Kebutuhan Darurat Mulai Mendesak
Seiring bertambahnya jumlah warga yang mengungsi, kebutuhan logistik dan perlengkapan darurat juga semakin besar.
Baca Juga:
Saat Gempa Mengguncang, Relawan SPPG Trikora-Ngedukelu Bergerak: Bantuan Darurat Tembus Warga Terdampak
BPBD memetakan sejumlah kebutuhan mendesak, yakni 100 unit tenda keluarga, 50 unit tenda pleton, 500 unit velbed, 1.000 paket makanan, 500 set perlengkapan tidur, 100 set penerangan, peralatan pemurnian air, 250 galon air, serta 500 paket obat-obatan.
Distribusi bantuan juga terus dilakukan ke sejumlah wilayah terdampak, termasuk Riung, Riung Barat, Aimere, Desa Naru, Bowali, Turekisa, Langkosambi hingga sejumlah posko pelayanan kesehatan.
Bantuan yang telah disalurkan antara lain beras, telur, minyak goreng, mie instan, gula, terpal dan kebutuhan dasar lainnya.
Baca Juga:
Saat Gempa Mengguncang, Karel Maku Turun Langsung: Bawa Terpal dan Bantuan Tunai untuk Warga Tiwotoda-Hobo
BPBD Kabupaten Ngada menegaskan data tersebut masih bersifat sementara dan akan terus diperbarui berdasarkan hasil pendataan serta perkembangan kondisi di lapangan.
Dengan 2.905 rumah terdampak, 640 KK mengungsi, 1.333 jiwa berada di 27 posko, 36 korban dan dua orang meninggal dunia, serta kerusakan pada jalan dan fasilitas publik, penanganan dampak gempa di Ngada kini membutuhkan gerak cepat, koordinasi lintas sektor dan dukungan logistik yang berkelanjutan. [frs]
Data: BPBD Kabupaten Ngada, Pembaruan Pukul 18.00 WITA, 17 Agustus 2026.