Ngada-NTT.WahanaNews.co| Dewan Pimpinan Daerah Partai Nasdem Kabupaten Ngada menuntut Majalah Tempo untuk meminta maaf lantaran telah merendahkan martabat partai.
DPD Nasdem Ngada menilai majalah tempo telah memframing partai pimpinan Surya Paloh ini sebagai partai komersial melalui judul cover “PT Nasdem Indonesia Raya TBK”
Baca Juga:
Sahroni Kembali Pimpin Komisi III, DPR dan Peneliti Beda Tafsir
“Mencermati laporan utama majalah Tempo edisi 13-19 April 2026, baik judul dan halaman depan serta isi dan laporan utama, kami berpendapat bahwa majalah Tempo telah memframing partai Nasdem sebagai partai komersial melalui judul cover “ PT Nasdem Indonesia Raya TBK”, ungkap Sekretaris DPD Nasdem Ngada, Ambrosius Molo didampingi Ketua dan jajaran pengurus disaksikan puluhan kader, Rabu (15/4/26) di Bajawa.
Menurut DPD Nasdem Ngada, judul cover tersebut bertentangan dengan Ideologi Partai Nasdem yang menganut prinsip Nasionalisme, Demokratisasi, dan Religiusitas.
Nasdem Ngada juga menilai bahwa Majalah Tempo telah membentuk opini bahwa Partai Nasdem telah dipertukarkan dengan kepentingan pragmatis.
Baca Juga:
Revisi UU Pemilu 2026, Usulan 7 Persen Tuai Sorotan Ketua MPR
Dengan demikian Partai Nasdem Kabupaten Ngada menyatakan sikap bahwa tulisan mem-framing dan pembentukan opini merupakan cara sistematis merendahkan martabat Pimpinan dan Institusi Partai Nasdem, ketus Ambrosius.
DPD Nasdem Ngada menuntut agar Majalah Tempo menyatakan permohonan maaf secara tertulis kepada Pimpinan dan Partai Nasdem dalam edisi Majalah Tempo berikutnya dan secara berturut-turut selama sebulan.
Nasdem Ngada bahkan menyampaikan jika tuntutan ini tidak dilakukan, maka kader partai Nasdem Kabupaten Ngada bersama kader Partai Nasdem se-NTT akan mendatangi Kantor Majalah Tempo.
Lebih lanjut, DPD Nasdem Ngada meminta agar Majalah Tempo tidak mengulangi framing negatif serupa di kemudian hari.
Sementara itu, Ketua DPD II Partai Nasdem Kabupaten Ngada, Moses Jala Watu menekankan kepada seluruh kader bahwa pertemuan ini merupakan bentuk aksi damai.
"Aksi damai ini kita lakukan karena adanya isu-isu dan persoalan yang kita dengar, kita bacakan yang berhubungan dengan partai NasDem di pusat" ujarnya.
Oleh karena itu lanjut dia, pernyataan sikap ini sebagai bagian dari menyampaikan tuntutan kepada teman-teman media cetak nasional.
Dia pun berharap kedepan dalam memberikan pemberitaan agar lebih selektif dan memperhatikan hal-hal konkrit yang terjadi dilapangan" tandasnya. [frs]