Ngada-NTT.WahanaNews.co| Di tengah derasnya arus modernisasi yang perlahan menggerus tradisi, masyarakat Desa Dadawea, Kabupaten Ngada, kembali menegaskan jati dirinya melalui ritual budaya Ka Sao Weti Wali, Kamis (9/7). Bukan sekadar seremoni adat, ritual ini menjadi ungkapan syukur kepada Tuhan dan para leluhur sekaligus penegasan bahwa warisan budaya tetap menjadi napas kehidupan masyarakat.
Suasana sakral menyelimuti seluruh rangkaian prosesi. Tokoh adat, masyarakat, hingga jajaran Pemerintah Kabupaten Ngada larut dalam penghormatan terhadap tradisi yang telah diwariskan lintas generasi. Hadir mewakili Bupati Ngada, Staf Ahli Bidang Keuangan, Ekonomi, dan Pembangunan bersama Kepala Dinas Pariwisata, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga, Kepala Dinas Pertanian, Camat Golewa beserta jajaran.
Baca Juga:
Ngada Siap Naik Kelas! Kemenkum NTT Pacu Legalitas Usaha agar Kopi Bajawa dan Ekowisata Tembus Pasar Dunia
Dalam sambutan Bupati Ngada yang dibacakan Staf Ahli, ditegaskan bahwa Ka Sao Weti Wali merupakan wujud syukur atas penyertaan Tuhan dan restu para leluhur yang terus menjaga kehidupan masyarakat.
"Sebagai makhluk budaya, kita harus berterima kasih kepada Tuhan dan para leluhur karena hingga hari ini kita masih diberi kesempatan melaksanakan Ka Sao sebagai warisan yang sangat berharga," demikian pesan Bupati.
Pemerintah Kabupaten Ngada juga menegaskan komitmennya untuk terus berdiri bersama masyarakat dalam menjaga kelestarian budaya. Berbagai program pelestarian adat telah dijalankan dalam beberapa tahun terakhir sebagai bentuk penghormatan terhadap identitas budaya masyarakat Ngada.
Baca Juga:
“Pusat Mulai Serius Garap Ngada!” Kementan RI Turun Langsung Pantau Irigasi, OPLAH hingga Bibit Kelapa Unggulan
Menurut Bupati, hajatan budaya tidak boleh dipandang sebagai kegiatan seremonial semata. Di balik setiap ritual tersimpan nilai-nilai luhur, filosofi kehidupan, solidaritas sosial, serta penghormatan terhadap alam dan sejarah yang membentuk karakter masyarakat Ngada.
"Budaya adalah identitas kita. Selama budaya tetap hidup, jati diri masyarakat Ngada akan tetap kokoh. Karena itu, pemerintah akan terus mendukung setiap upaya pelestarian adat sebagai kekayaan yang tidak ternilai," tegasnya.
Ka Sao Weti Wali juga menjadi pengingat bahwa setiap keberhasilan manusia tidak hanya lahir dari kerja keras, tetapi juga dari penyertaan Tuhan dan doa para leluhur. Nilai-nilai inilah yang terus dijaga agar tidak hilang ditelan perkembangan zaman.
Pelaksanaan ritual di Dadawea menjadi bukti bahwa masyarakat Ngada tidak sekadar mewarisi budaya, tetapi juga merawatnya sebagai fondasi kehidupan.
Di tengah perubahan zaman, Ka Sao Weti Wali hadir sebagai pesan bahwa kemajuan tidak harus mengorbankan akar budaya, melainkan harus berjalan beriringan demi memastikan warisan leluhur tetap hidup dan dikenal oleh generasi masa depan. [frs]