Ia menjelaskan, tema mengenai transformasi perilaku masyarakat dalam pengelolaan sampah dipilih karena persoalan sampah masih menjadi tantangan di banyak daerah. Oleh sebab itu, mahasiswa diharapkan mampu mengedukasi masyarakat sekaligus menghadirkan inovasi yang sederhana, mudah diterapkan, dan berkelanjutan sesuai potensi lokal.
Ketua Panitia KKNT Berdampak 2026, Prisko Yanuarius Djawaria Pare, S.H., M.H.,
Baca Juga:
100 Mahasiswa STIPER Flores Bajawa Terjun ke Desa, Siap Perangi Stunting dan Kemiskinan Ekstrem di NTT
Sementara itu, Ketua Panitia KKNT Berdampak 2026, Prisko Yanuarius Djawaria Pare, S.H., M.H., mengatakan pembekalan menjadi tahapan krusial sebelum mahasiswa diterjunkan ke lapangan.
Menurutnya, kegiatan ini dirancang agar peserta memiliki pemahaman menyeluruh mengenai mekanisme pelaksanaan KKNT Berdampak, etika bermasyarakat, penyusunan program kerja, penguatan kompetensi melalui PLP II, hingga penyusunan tugas akhir berbasis kebutuhan masyarakat.
Baca Juga:
Keren..!! Toreh Prestasi Membanggakan, STKIP Citra Bakti Ngada Masuk Klaster Madya pada Klasterisasi Perguruan Tinggi 2026
Ia menambahkan, sebanyak 254 mahasiswa akan melaksanakan pengabdian selama tiga bulan di Kecamatan Aesesa dengan harapan mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat sekaligus meningkatkan kualitas kompetensi mahasiswa.
Melalui pembekalan ini, STKIP Citra Bakti menargetkan lahirnya lulusan yang memiliki kepedulian sosial, kemampuan berkolaborasi, jiwa kepemimpinan, serta mampu menghadirkan inovasi yang menjawab berbagai tantangan pembangunan di daerah.
Lebih dari sekadar memenuhi kewajiban akademik, KKNT Berdampak 2026 diharapkan menjadi wadah lahirnya generasi muda yang mampu menggerakkan perubahan, membangun kesadaran masyarakat dalam pengelolaan sampah, sekaligus memperkuat sinergi antara perguruan tinggi, dunia pendidikan, pemerintah, dan masyarakat menuju pembangunan yang berkelanjutan. [frs]