Ngada-NTT.WahanaNews.co| STKIP Citra Bakti kembali menegaskan komitmennya dalam mencetak lulusan yang tidak hanya unggul di bidang akademik, tetapi juga mampu menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat. Hal itu ditandai dengan pelaksanaan Pembekalan Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) Berdampak Tahun 2026 yang berlangsung selama lima hari, 20–24 Juli 2026, di Auditorium STKIP Citra Bakti.
Sebanyak 254 mahasiswa dari enam program studi mengikuti pembekalan sebagai bekal sebelum diterjunkan ke lokasi pengabdian di 13 desa dan kelurahan di Kecamatan Aesesa, Kabupaten Nagekeo, selama tiga bulan.
Baca Juga:
100 Mahasiswa STIPER Flores Bajawa Terjun ke Desa, Siap Perangi Stunting dan Kemiskinan Ekstrem di NTT
Mengusung tema "Transformasi Perilaku Masyarakat dalam Pengelolaan Sampah melalui Edukasi dan Inovasi Lingkungan", program ini menjadi bagian dari implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi sekaligus upaya nyata STKIP Citra Bakti dalam mendorong pembangunan masyarakat yang berkelanjutan.
Selama pembekalan, mahasiswa dibekali berbagai materi mulai dari konsep pemberdayaan masyarakat, etika hidup bermasyarakat, kepemimpinan, penyusunan program kerja, kolaborasi lintas sektor, hingga pengembangan inovasi berbasis potensi lokal, khususnya di bidang pengelolaan sampah dan pelestarian lingkungan.
Yang membedakan KKNT Berdampak dengan program KKN pada umumnya adalah integrasi tiga kegiatan akademik sekaligus, yakni Kuliah Kerja Nyata (KKN), Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP II) melalui asistensi mengajar di sekolah mitra, serta penyusunan Tugas Akhir yang berangkat dari persoalan dan potensi nyata di lokasi pengabdian.
Baca Juga:
Keren..!! Toreh Prestasi Membanggakan, STKIP Citra Bakti Ngada Masuk Klaster Madya pada Klasterisasi Perguruan Tinggi 2026
Melalui konsep tersebut, mahasiswa tidak hanya menjalankan pengabdian kepada masyarakat, tetapi juga memperoleh pengalaman mengajar serta menghasilkan karya ilmiah yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.
Plt. Ketua STKIP Citra Bakti, Konstantinus Dua Dhiu, S.H., M.Pd., dalam sambutannya menegaskan bahwa KKNT Berdampak merupakan implementasi nyata Tri Dharma Perguruan Tinggi yang mengintegrasikan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
Menurutnya, mahasiswa harus hadir sebagai agen perubahan yang mampu memberikan solusi atas berbagai persoalan di tengah masyarakat, bukan sekadar menjalankan program akademik.
Ia menjelaskan, tema mengenai transformasi perilaku masyarakat dalam pengelolaan sampah dipilih karena persoalan sampah masih menjadi tantangan di banyak daerah. Oleh sebab itu, mahasiswa diharapkan mampu mengedukasi masyarakat sekaligus menghadirkan inovasi yang sederhana, mudah diterapkan, dan berkelanjutan sesuai potensi lokal.
Ketua Panitia KKNT Berdampak 2026, Prisko Yanuarius Djawaria Pare, S.H., M.H.,
Sementara itu, Ketua Panitia KKNT Berdampak 2026, Prisko Yanuarius Djawaria Pare, S.H., M.H., mengatakan pembekalan menjadi tahapan krusial sebelum mahasiswa diterjunkan ke lapangan.
Menurutnya, kegiatan ini dirancang agar peserta memiliki pemahaman menyeluruh mengenai mekanisme pelaksanaan KKNT Berdampak, etika bermasyarakat, penyusunan program kerja, penguatan kompetensi melalui PLP II, hingga penyusunan tugas akhir berbasis kebutuhan masyarakat.
Ia menambahkan, sebanyak 254 mahasiswa akan melaksanakan pengabdian selama tiga bulan di Kecamatan Aesesa dengan harapan mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat sekaligus meningkatkan kualitas kompetensi mahasiswa.
Melalui pembekalan ini, STKIP Citra Bakti menargetkan lahirnya lulusan yang memiliki kepedulian sosial, kemampuan berkolaborasi, jiwa kepemimpinan, serta mampu menghadirkan inovasi yang menjawab berbagai tantangan pembangunan di daerah.
Lebih dari sekadar memenuhi kewajiban akademik, KKNT Berdampak 2026 diharapkan menjadi wadah lahirnya generasi muda yang mampu menggerakkan perubahan, membangun kesadaran masyarakat dalam pengelolaan sampah, sekaligus memperkuat sinergi antara perguruan tinggi, dunia pendidikan, pemerintah, dan masyarakat menuju pembangunan yang berkelanjutan. [frs]