Hal ini, menurut Arifin, disebabkan oleh proses pemulihan ekonomi dari dampak covid yang lebih cepat dari perkiraan. Pemulihan itu memicu peningkatan konsumsi BBM.
Selain itu katanya, peningkatan konsumsi juga dipicu kenaikan harga BBM jenis Pertamax. Kenaikan memicu peralihan konsumsi BBM dari Pertamax ke Pertalite yang harganya lebih murah.
Baca Juga:
Viral! Beli Pertalite Rp30 Ribu, Pengendara Kaget Tangki Motornya Kosong
"Kita ambil contoh kemarin dengan kenaikan (harga) Pertamax ternyata di lapangan terjadi penurunan konsumsi Pertamax, dan di lain sisi terjadi kenaikan konsumsi Pertalite," kata Arifin.
Ia mengaku bahwa stok yang disiapkan sebenarnya cukup untuk memenuhi kebutuhan Pertalite di masyarakat. Namun, dengan terjadinya peralihan dari Pertamax ke Pertalite perlu langkah preventif untuk menjamin ketersediaan pasokan.
"Ini harus kita lakukan langkah antisipasi, karena kita juga sudah menyiapkan stok yang cukup sebetulnya untuk Pertalite dengan konsumsi yang kita perkirakan tidak ada shifting dari Pertamax ke Pertalite," jelasnya. [frs]
Baca Juga:
Di Aceh Pertamina Pastikan 97% SPBU Mulai Beroperasi