Hal ini, menurut Arifin, disebabkan oleh proses pemulihan ekonomi dari dampak covid yang lebih cepat dari perkiraan. Pemulihan itu memicu peningkatan konsumsi BBM.
Selain itu katanya, peningkatan konsumsi juga dipicu kenaikan harga BBM jenis Pertamax. Kenaikan memicu peralihan konsumsi BBM dari Pertamax ke Pertalite yang harganya lebih murah.
Baca Juga:
Hinca Panjaitan Minta Polisi Hentikan Kasus Penjual BBM Eceran di Way Kanan: Tak Ada Unsur Kejahatan
"Kita ambil contoh kemarin dengan kenaikan (harga) Pertamax ternyata di lapangan terjadi penurunan konsumsi Pertamax, dan di lain sisi terjadi kenaikan konsumsi Pertalite," kata Arifin.
Ia mengaku bahwa stok yang disiapkan sebenarnya cukup untuk memenuhi kebutuhan Pertalite di masyarakat. Namun, dengan terjadinya peralihan dari Pertamax ke Pertalite perlu langkah preventif untuk menjamin ketersediaan pasokan.
"Ini harus kita lakukan langkah antisipasi, karena kita juga sudah menyiapkan stok yang cukup sebetulnya untuk Pertalite dengan konsumsi yang kita perkirakan tidak ada shifting dari Pertamax ke Pertalite," jelasnya. [frs]
Baca Juga:
Komisi XII DPR Desak BPH Migas Percepat Sistem AI untuk Awasi Distribusi BBM Bersubsidi