“Kami sebagai TNI bertugas membangun secara fisik, pelaksana di lapangan adalah kami. Ada lahan kita bangunkan, dengan target waktu pembangunan 90 hari dari start sampai finishing. Namun karena cuaca, terkadang molor sedikit dari target 90 hari. Ya karena faktor cuaca”, tukas Dandim.
Meski demikian, Dandim mengaku masih terdapat sejumlah tantangan yang ditemukan selain cuaca.
Baca Juga:
Layanan Feri Simeulue-Calang dan Kuala Bubon Ditutup Sementara Akibat Perbaikan Pelabuhan Berlangsung
Ia menyebutkan, terkait tenaga ahli ataupun tukang yang memiliki skill fabrikasi, yang harus didatangkan dari luar daerah, sebab di daerah jumlahnya masih terbatas, sedangkan per titik membutuhkan tim fabrikasi kisaran 10 - 15 orang.
Berikutnya soal material tutur Dandim, masih didatangkan dari luar wilayah, terutama yang fabrikasi besi.
Selanjutnya, mobilisasi barang, juga soal pematangan lahan yang membutuhkan waktu untuk potong dan timbun karena tidak semua medannya rata, tutup Dandim 1625/Ngada. [frs]