Di sepanjang perjalanan, peserta dapat merasakan langsung suasana alam Riung yang masih alami. Hutan konservasi dan kawasan Kampung Lama menyimpan potensi besar untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata berbasis alam dan sejarah.
Tracking ini sekaligus menjadi cara untuk memperkenalkan sisi lain Riung kepada masyarakat dan wisatawan.
Baca Juga:
Wabup Ngada Resmikan SMPS Matago Christian College, Babak Baru Pendidikan Pedesaan Dimulai: Sekolah Berasrama Hadir untuk Anak-Anak Pelosok
Riung bukan hanya tentang pantai dan laut. Riung juga memiliki hutan, sejarah, budaya, serta jalur petualangan yang menyimpan cerita.
Lebih dari sekadar menaklukkan medan, perjalanan menuju Kampung Lama membawa pesan penting tentang konservasi. Sebab, keindahan alam yang menjadi magnet wisata hanya akan bertahan apabila kawasan tersebut dijaga bersama.
DARI JALUR EKSTREM, BERLANJUT KE MALAM PENUH CAHAYA
Baca Juga:
Murni Kasih, Jejak RB–BDN Membangun Generasi Emas Ngada: Tak Ada Anak yang Tertinggal karena Kemiskinan
Petualangan siang hari belum menjadi akhir kemeriahan Festival Komodo Riung 2026.
Malam harinya, suasana berbeda terasa di Watulajar, Desa Lengkosambi Utara, Kecamatan Riung.
Ribuan warga dan pengunjung memadati lokasi. Musik, tarian, seni, dan hiburan rakyat menyulap kawasan Watulajar menjadi panggung terbuka yang penuh energi.
Suasana semakin membara ketika Wakil Bupati Ngada Bernadinus Dhey Ngebu menyalakan api unggun.