Bupati Robi menyatakan bahwa pelabuhan baru yang akan dibangun ini merupakan pelabuhan yang terbesar dan terbaik di daratan Flores.
Menurutnya, pelabuhan ini bukan saja sebagai pelabuhan Hub (penghubung), namun bisa saja menjadi sentra ke depannya.
Baca Juga:
Ketua Komis IV DPR Titiek Soeharto Tuntut Pemilik Pagar Laut Ganti Biaya Pembongkaran
“Mulai dari Aceh pulau Sumatera, pendistribusian kalau mau sampai ke Timor Leste, dia harus singga di Aiwige, karena letaknya strategis,” pungkas Robi sembari menyebutkan bahwa ini adalah pusat perdagangan industri untuk Flores dan lembata.
Untuk itu, Bupati Sikka Robi Idong mengajak masyarakat agar bersama-sama membangun daerah demi terwujudnya kesejahteraan bersama, sekaligus meminta kepada para pemilik lahan yang telah mendapatkan pembayaran ganti rugi tersebut agar memanfaatkannya dengan hal-hal yang produktif bukan konsumtif.
Informasi yang dihimpun WahanaNews.co menjelaskan, lokasi pembangunan akses jalan masuk dan terminal darat pelabuhan Aiwige di Desa Mbengu, Kecamatan Paga meliputi areal daratan seluas 17.463 meter persegi yang terdapat pada 16 tanah pemilik lahan.
Baca Juga:
Gara-gara Penalti Google, Pasutri Ini Dapat Ganti Rugi Rp40 Triliun
Pembayaran ganti rugi kepada 16 pemilik lahan ini melalui mekanisme penilaian Apraisal yang dilakukan secara independen dan profesional, dan telah disetujui secara musyawarah mufakat oleh semua pihak.
Usai pembayaran ganti rugi ini, selanjutnya akan dilaksanakan DED (Detail Engineering Design) dan AMDAL (Analisis Mengenai Dampak Lingkungan) oleh Kementerian Perhubungan tahun 2022 ini.
Hadir dalam pembayaran ganti rugi lahan ini, Anggota DPRD Sikka dari Fraksi Golkar, Antonius Hendrikus Rebu (Hengki Rebu), Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Sikka, Ny. Maria Cahyani Idong, Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Tommy Lameng, Kepala Dinas Perhubungan, Us Minggo, Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Silvester Saka, Plt. Camat Paga, Danramil Paga, Kapolsek Paga, Kepala Bank NTT unit Paga dan tamu undangan lainnya. [frs]