“Pemerintah mesti sigap, buka mata dan buka hati supaya bisa bergerak lebih cepat membantu masyarakat. Bencana ini sudah terjadi bertahun-tahun dan terus kami sampaikan,” tegasnya.
Menurut dia, penanganan bencana tidak boleh terhambat oleh urusan kewenangan antarinstansi maupun level pemerintahan.
Baca Juga:
Dalam 24 Jam Terakhir, BNPB Rekap Bencana Banjir dan Cuaca Ekstrem di Indonesia
“Tidak boleh ada alasan ini jalur provinsi, daerah, atau pusat. Prinsipnya, masyarakat Ngada harus merasa pemerintah sigap merespons dan hadir memberi solusi,” tegas Sain Songkares.
Lebih lanjut, Alexander menyampaikan bahwa pihaknya bersama masyarakat telah secara konsisten menyuarakan persoalan banjir tersebut, namun belum mendapat jawaban yang memuaskan.
“Kita sudah terus menyampaikan hal ini. Semoga penyampaian ini menjadi yang terakhir, karena masyarakat butuh solusi, bukan sekadar survei,” katanya.
Baca Juga:
BNPB Percepat Pemulihan Infrastruktur dan Permukiman di Tiga Provinsi Terdampak Bencana
Kini, masyarakat Desa Lengkosambi Barat Daya berharap pemerintah segera mengambil langkah nyata dan berkelanjutan, baik melalui penanganan teknis aliran air, pembangunan infrastruktur pendukung, maupun kebijakan lintas sektor yang terkoordinasi, agar banjir tidak terus menjadi ancaman tahunan. [frs]