Politisi Gerindra itu juga mengajak seluruh elemen masyarakat, pemerintah, alumni, dan berbagai pihak lainnya untuk bersama-sama membangun pendidikan melalui semangat gotong royong.
“Pendidikan bukan hanya urusan guru dan pemerintah. Ini tanggung jawab kita semua. Apa yang saya lakukan hari ini adalah langkah awal. Saya berharap semakin banyak pihak ikut terlibat membantu sekolah-sekolah yang membutuhkan,” katanya.
Baca Juga:
Budisatrio Djiwandono Siap Tinjau Ulang Tunjangan DPR, Anggota Fraksi Gerindra Diminta Tetap di Indonesia
Bantuan alat berat tersebut mendapat apresiasi dari pihak sekolah dan komite. Ketua Komite SDN Late, Ferdinandus Gou, menyampaikan rasa terima kasih atas kepedulian yang ditunjukkan Karel Maku.
“Sebagai Ketua Komite, saya menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bapak Karel Maku. Bantuan alat berat ini sangat membantu kami mengatasi keterbatasan lahan yang selama ini menjadi kendala utama sekolah,” ungkap Ferdinandus yang akrab disapa Nas ini.
Ia mengakui, selama bertahun-tahun SDN Late belum banyak mendapat sentuhan pembangunan. Karena itu, kehadiran dan dukungan Karel Maku dinilai membawa perubahan nyata yang langsung dirasakan manfaatnya oleh sekolah.
Baca Juga:
Tiga Kali Kampiun, Karel Maku Minta Turbo Cup Jadi Ajang Awal Pembinaan Sepakbola Generasi Muda Ngada
Senada dengan itu, Kepala SDN Late, Johanes Berchmans Neta, menyebut perluasan lapangan merupakan kebutuhan mendesak demi menunjang aktivitas belajar dan pengembangan karakter peserta didik.
“Kami sangat bersyukur atas bantuan ini. Dengan lapangan yang lebih luas, anak-anak memiliki ruang bermain yang lebih aman dan nyaman. Selain itu, sekolah juga lebih siap menyelenggarakan berbagai kegiatan pendidikan maupun kegiatan kemasyarakatan,” ujarnya.
Lapangan yang kini sedang diperluas tersebut nantinya akan dimanfaatkan untuk kegiatan olahraga, upacara sekolah, serta berbagai agenda penting lainnya, termasuk perayaan HUT PGRI Tingkat Kecamatan Golewa Barat.