Ketua Panitia TOMKA menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar ajang berkumpul, tetapi menjadi ruang pembinaan yang membentuk karakter, memperkuat iman, dan menumbuhkan kepedulian sosial kaum muda Katolik.
Baca Juga:
KPU Toba Tetapkan Pasangan Calon Bupati Terpilih Pasca Putusan MK
“TOMKA adalah tempat bertumbuh bersama. OMK tidak cukup hanya aktif di dalam gereja, tetapi juga harus hadir menjawab berbagai persoalan sosial dan menjadi motor perubahan di tengah masyarakat,” ujarnya.
Sejak hari pertama, antusiasme peserta terlihat luar biasa. Berbagai kegiatan seperti registrasi, pembagian kelompok, pengenalan peserta, hingga dinamika kelompok berlangsung penuh semangat.
Gelak tawa, canda persaudaraan, dan interaksi hangat menjadi gambaran nyata kuatnya ikatan kekeluargaan di antara kaum muda Katolik yang datang dari berbagai wilayah.
Baca Juga:
Generasi Muda Karo Bersatu Melawan Narkoba!
Dukungan penuh juga diberikan para pastor, pendamping OMK, tokoh umat, dan pengurus gereja yang turut hadir dalam pembukaan. Kehadiran mereka menjadi wujud nyata komitmen Gereja dalam mendampingi generasi muda sebagai pewaris dan pelanjut misi pelayanan di masa depan.
TOMKA Kevikepan Bajawa 2026 di Paroki Boba menjadi lebih dari sekadar agenda tahunan. Kegiatan ini menjadi momentum kebangkitan kaum muda Katolik untuk semakin mendalami iman, mempererat persaudaraan, serta meneguhkan komitmen pelayanan.
Dari Boba, semangat baru kembali dinyalakan—melahirkan generasi OMK yang tangguh, berkarakter, beriman kuat, dan siap menjadi agen perubahan bagi Gereja, masyarakat, bahkan bangsa. [frs]