“Cara untuk melihat bagaimana kualitas dari pada wisatawan yaitu berdasarkan dua hal, pertama lenght of stay (lama tinggal) dan yang kedua the power of buying product local (kekuatan membeli produk lokal) yang mana memberikan dampak terhadap masyarakat lokal,” ucapnya.
Sementara dari sisi ekonomi kreatif, Dubes Bulgaria Petar Dimitrov Andonov mengatakan pihaknya memiliki program untuk mendukung pengembangan sektor ekonomi kreatif. Program ini dimulai pada tahun 2021 - 2027 dengan anggaran sebesar 2,4 miliar Euro.
Baca Juga:
Pangdam I/BB Kunker Kewilayah Brigif TP 37/HS, TNI Mendukung Pembangunan dan Keamanan di wilayah Kabupaten Karo
“Jadi kami ingin menawarkan kerja sama dengan Indonesia untuk untuk meningkatkan daya saing, salah satunya dengan data transfer di bidang ekonomi kreatif,” akunya.
Merespon hal tersebut, Sandiaga menyambut baik usulan kerja sama tersebut.
Seperti diketahui, Menparekraf menargetkan dapat meningkatkan nilai ekspor produk ekonomi kreatif hingga Rp16,83 triliun di tahun 2022 terlebih karena Indonesia menduduki peringkat ketiga dunia untuk ekonomi kreatif setelah Amerika dan Korea Selatan.
Baca Juga:
Lamhot Sinaga Soroti Perlindungan Pelaku Kreatif Usai Kasus Amsal Sitepu Viral
Adapun yang hadir dalam pertemuan tersebut antara lain Dubes Krosia Nebojsa Koharovic, Dubes Finland Jari Sinkari, Dubes Italia Benedetto Latteri, Dubes Prancis Olivier Chambard, dan Dubes Jerman Ina Ruth Luise Lepel. [non]