Sebab menurut Romo Fidel, STIKES St. Elisabeth Keuskupan Maumere didirikan untuk mendidik dan membentuk tenaga kesehatan, yang tidak hanya profesional tetapi juga penuh kasih dalam tindakan.
Baca Juga:
STIKes St. Elisabeth Maumere Buka Pendaftaran MABA 2025/2026, Fisioterapi dan Informatika Medis Jadi Prodi Unggulan
Lebih lanjut Romo Fidel mengingatkan, di tempat ini para mahasiswa akan belajar bahwa setiap pribadi adalah gambaran dari Citra Tuhan yang harus dicintai dengan tulus hati. Maka, segala bentuk inovasi yang dilakukan adalah pilihan dan juga suatu keharusan jika ingin menjawabi tantangan-tantangan yang ada.
STIKES St. Elisabeth hadir untuk menjadi tempat dimana inovasi dalam bidang kesehatan perlu terus dikembangkan, bukan hanya tentang teknologi tetapi juga metode pendekatan yang lebih manusiawi dalam setiap layanan kita.
Inovasi kesehatan disini terang Romo Fidel, tidak berarti sekedar memiliki Prodi-Prodi unggulan yang masih langka, tetapi juga bagaimana dengan Prodi-Prodi yang ada, setiap mahasiswa calon-calon tenaga kesehatan dipersiapkan untuk mampu membawa solusi-solusi baru dalam menjawabi masalah-masalah yang ada dengan tetap berpegang teguh pada nilai-nilai Kristiani.
Baca Juga:
Pjs. Bupati Labuhanbatu Utara Hadiri Peringatan HUT IDI ke-74
“Jangan pernah meninggalkan apa yang menjadi branding karakter dari SPK Lela, Akper Lela dan sekarang STIKES St. Elisbeth. Karena dimana-mana saya dengar cerita tentang lembaga pendidikan kesehatan ini, hadirnya alumni-alumni kita memberikan warna yang sangat khas,” ungkap Romo Fidel.
“Untuk itu saya meminta kepada Ketua STIKES, para dosen, tenaga kependidikan yang sehari-hari berada disini dan mengajak semua pihak untuk mengambil bagian dalam mendidik dan membimbing serta melayani para generasi yang dititipkan kepada kita untuk menjadi inovator di dunia kesehatan, sambil tetap menjaga nilai-nilai luhur yang menjadi cirikhas lembaga ini,” pungkasnya menambahkan.
Sekedar untuk menemukan sesuatu yang baru ketus Romo Fidel, pihaknya terus ditantang untuk berkreasi dan beradaptasi untuk melayani dengan lebih baik. STIKES ini diharapkan mampu menjadi motor penggerak inovasi dalam bidang kesehatan di wilayah ini, dan bahkan melampauinya.