Usai ditetapkan sebagai ketua terpilih, Andreas Paru menyampaikan rasa syukur atas amanah yang kembali diberikan kepadanya. Ia menegaskan bahwa kepercayaan tersebut akan dijawab dengan kerja kolektif, kepemimpinan yang merangkul seluruh kader, serta konsolidasi menyeluruh hingga tingkat desa.
"Musda ini bukan sekadar memilih ketua, tetapi menjadi momentum memperkuat konsolidasi partai hingga ke tingkat desa, membangun kaderisasi, serta memperjuangkan aspirasi masyarakat Kabupaten Ngada," ujarnya.
Baca Juga:
Satu Terduga Pelaku Penikaman Nus Kei Ternyata Atlet MMA
Andreas juga mengajak seluruh kader menutup segala dinamika yang terjadi selama proses Musda dan kembali bersatu demi membesarkan Partai Golkar.
"Setelah Musda tidak ada lagi perbedaan. Yang ada adalah semangat kebersamaan untuk membangun Golkar yang semakin solid, semakin dicintai masyarakat, dan semakin siap menghadapi setiap agenda politik ke depan," tegasnya.
Kembalinya Andreas Paru memimpin DPD II Partai Golkar Kabupaten Ngada membawa optimisme baru bagi seluruh kader. Dengan mandat yang diperoleh secara aklamasi, ia menargetkan penguatan organisasi hingga ke tingkat desa, peningkatan kapasitas kader, perluasan dukungan masyarakat, serta mengantarkan Partai Golkar meraih kemenangan dalam setiap kontestasi politik.
Baca Juga:
Pasar Murah Partai Golkar Ngada, Modal Rp 61 Ribu Bisa Bawa Pulang Beras, Telur Ayam dan Minyak Goreng
Musda XI pun menjadi titik awal babak baru perjalanan Partai Golkar Ngada. Dengan soliditas yang semakin kokoh dan kepemimpinan yang kembali mendapat mandat penuh dari kader, Golkar optimistis tampil sebagai kekuatan politik yang lebih besar, semakin dekat dengan rakyat, serta terus berkontribusi nyata bagi kemajuan Kabupaten Ngada. [frs]