Kerukunan hidup antar umat beragama yang terjalin ini, kata Yakar, sehingga sampai saat ini, Manggarai Barat merupakan salah satu kabupaten yang utuh, harmonis, dan terlihat pembangunan pun pesat.
“Keharmonisan ini dalam setiap pertemuan baik di FKUB maupun kegiatan lainnya," katanya.
Baca Juga:
Hari Ketiga Pencarian, Satu Korban Kapal Tenggelam di Labuan Bajo Ditemukan
Sementara Perwakilan Kakan Kemenag Kabupaten Manggarai Barat, Suhardi, mengatakan, sebagai perwakilan Kementerian Agama di Kabupaten, Suhardi menegaskan Kementrian Agama sesungguhnya tidak hanya mengurus satu agama, tetap seluruh agama, baik Islam, Katolik, Prorestan, Hindu, Budha dan juga termasuk aliran kepercayaan lainnya.
“Kementerian Agama tidak memilih kasih dalam memberikan pembinaan atau pelayanan kepada kelompok umat bergama," katanya.
Menurutnya, Kelompok Muslimin Ummul Quro Komodo juga, komitmen untuk menjaga keamanan dan ketertiban, toleransi antara umat bergama, menolak segala bentuk radikalisme dan tindakan intolrenasi dan juga tolak berita hoax.
Baca Juga:
Kronologi Lengkap Kapal Wisata Tenggelam di Labuan Bajo yang Tewaskan Pelatih Valencia B dan Anak-anaknya
Pada saat yang sama Pengasuh Khilafatul Muslimin Ummul Quro Komodo, Ustad Mochtar Hadiyono dalam deklarasinya menegaskan, Indonesia rumah kita bersama, keberagamaan adalah kekayaan kita.
Demikian pula dengan Ketua Khilafatul Muslimin Ummul Quro Komodo di Manggarai Barat, Arif Arba'i mengajak seluruh masyarakat untuk menjaga kerukunan, persatuan dan kesatuan bangsa.
Menurutnya, Kelompok Muslimin Ummul Quro Komodo juga, komitmen untuk menjaga keamanan dan ketertiban, toleransi antara umat bergama, menolak segala bentuk radikalisme dan tindakan intolrenasi dan juga tolak berita hoax.