Sorotan utama juga tertuju pada lokasi pembibitan Kelapa Dalam di Malapau, Desa Inegena. Tenaga Ahli Kementerian Pertanian RI, Dr. Anny Mulyani, turun langsung memeriksa kualitas bibit, proses seleksi, kesiapan distribusi hingga kapasitas produksi bibit yang sedang dikembangkan masyarakat setempat.
Program ini dinilai memiliki potensi besar menjadi mesin ekonomi baru masyarakat Ngada dalam sektor perkebunan jangka panjang. Pemerintah pusat melihat kelapa dalam sebagai komoditas strategis yang bisa memperkuat ekonomi desa sekaligus membuka peluang investasi pertanian di masa depan.
Baca Juga:
Kabar Baik: Dinas TPHP Bengkulu Segera Salurkan Ratusan Alsintan ke Petani
Wakil Bupati Ngada (orange) bersama staff Kementan RI.
Tak hanya fokus pada pembangunan pertanian, rombongan kementerian juga ikut menyatu dengan budaya lokal dengan menghadiri Upacara Adat Keka Ea Maladhawi bersama masyarakat Desa Nginamanu Selatan.
Baca Juga:
Pemprov Sumatera Barat Usulkan Penggantian Hewan Ternak Terdampak Banjir
Dalam kesempatan tersebut, Wakil Bupati Ngada, Bernadinus Dhey Ngebu menegaskan bahwa pembangunan dan budaya tidak boleh dipisahkan.
“Budaya adalah identitas dan kekuatan masyarakat Ngada. Tanpa budaya, kita akan kehilangan jati diri,” tegasnya di hadapan masyarakat adat dan rombongan kementerian.
Ia juga mengingatkan seluruh pemerintah desa agar menyampaikan data pertanian secara jujur dan akurat sebagai dasar pengusulan program bantuan pemerintah pusat, terutama program Optimasi Lahan (OPLAH).