Menanggapi berbagai usulan tersebut, Raymundus Bena memastikan seluruh kebutuhan akan dipetakan berdasarkan tingkat urgensi dan dikerjakan secara bertahap dengan tetap mengedepankan pemerataan pembangunan.
"Kita akan mendahulukan kebutuhan yang paling mendesak. Apa yang sudah menjadi komitmen bersama akan kita tuntaskan secara bertahap agar manfaat pembangunan benar-benar dirasakan masyarakat," tutupnya.
Baca Juga:
Lisdes 2026 Digenjot Jadi Rp10,3 Triliun, ALPERKLINAS: PLN Hadirkan Keadilan Energi hingga Desa Terpencil
Peresmian listrik dan dimulainya pembangunan Poskesdes di Takatunga 1 menjadi penegasan bahwa pembangunan di Kabupaten Ngada tidak berhenti pada pembangunan fisik semata.
Dari desa yang selama ini akrab dengan kegelapan, kini cahaya telah menyala—membuka jalan bagi pendidikan yang lebih baik, layanan kesehatan yang lebih dekat, ekonomi yang lebih bergerak, dan masa depan yang lebih sejahtera bagi seluruh masyarakat. [frs]