Mirisnya lagi, material sisa dan mesin molen menutupi badan jalan, sehingga menyulitkan warga ketika melintasi jalan tersebut jika menggunakan transportasi.

Kondisi terkini pekerjaan Rabat Jalan Mbirale - Woloau yang diduga Mangkrak. Dikerjakan baru 40 meter dari perencanaan 200 meter.
Baca Juga:
Mendes Yandri Gandeng KPK Untuk Pelototi Kebocoran Dana Desa
Kejanggalan juga ditemukan dalam pembangunan Pos PAUD Woloau dimana tidak ada lubang penampungan, sehingga saat gali airnya tergenang dan menjadi sarang bagi jentik nyamuk, dan juga terlihat jendela yang dipasang tanpa hensel di Pos PAUD tersebut.
Demikian halnya pengelolaan BUMDES dengan penyertaan modal 100 juta dari Dana Desa hingga saat ini belum diketahui hasilnya dan kegiatannya pun tidak jelas, tandas dia.
Baca Juga:
Diduga Program Titipan Gerogoti Dana Desa di Subulussalam
Diketahui bahwa, BumDes tersebut sudah dibentuk pada masa pemerintahan Desa sebelumnya (mantan Kades-Red), namun pengelolaannya terkesan milik pribadi dan tertutup sekali tanpa melibatkan pengurus dan masyarakat setempat.
Untuk itu ia mempertanyakan kemana sisa dana tersebut. Sebab menurut dia hingga saat ini masyarakat sendiri tidak tau kemana sisa dana tersebut sembari berharap adanya campur tangan dari pihak lain agar sisa dana tersebut bisa disampaikan secara terbuka.
Sementara itu, Penjabat Kepala Desa Parabubu, Polikarpus Mali belum memberikan keterangan meski sudah dihubungi lewat telepon dan juga pesan WhatApp. [frs]