NTT.WahanaNews.co-Sikka| Warga Desa Parabubu, Kecamatan Mego, Kabupaten Sikka pertanyakan sisa dana yang digunakan dalam pembangunan Rabat Jalan Mbhojo - Lowolabo dan Mbirale - Woloau yang tersisa beberapa meter.
Pasalnya, rabat yang dikerjakan dari Dana Desa Tahun Anggaran 2023 tersebut hingga kini tak tuntas diselesaikan.
Baca Juga:
Mendes Yandri Gandeng KPK Untuk Pelototi Kebocoran Dana Desa
Informasi yang diterima dari salah satu Tokoh Masyarakat Desa Parabubu menyebutkan, Rabat Jalan Mbhojo - Wololangga tersisa beberapa meter lagi, sementara Rabat Jalan Mbirale-Woloau baru dikejakan 40 meter dari 200 meter yang direncanakan.
Tumpukan sisa material yang mengganggu lalu lintas warga setempat.
Mesin molen pun dibiarkan di badan jalan sehingga mengganggu lalu lintas warga setempat.
Baca Juga:
Diduga Program Titipan Gerogoti Dana Desa di Subulussalam
" Rabat jalan Tahun Anggaran 2023 Mbhojo - Lowolabo yang sisa beberapa meter juga belum selesai dan rabat jalan Mbirale - Woloau 200 meter realisasi sekitar 40an meter juga belum selesai, " ungkap salah satu Tokoh Masyarakat melaui pesan whatsaap kepada NTT.WahanaNews.co, Senin (25/3/2024).
Lebih lanjut, tokoh masyarakat yang tak mau namanya disebutkan ini mengatakan, saluran pengaman badan jalan Mbhojo - Lowolabo - Wololangga yang dibangun dari Dana Desa Tahun 2022 pun tidak memiliki lantai hanya dinding penahan, sehingga tidak lama rusak kembali.
Mirisnya lagi, material sisa dan mesin molen menutupi badan jalan, sehingga menyulitkan warga ketika melintasi jalan tersebut jika menggunakan transportasi.

Kondisi terkini pekerjaan Rabat Jalan Mbirale - Woloau yang diduga Mangkrak. Dikerjakan baru 40 meter dari perencanaan 200 meter.
Kejanggalan juga ditemukan dalam pembangunan Pos PAUD Woloau dimana tidak ada lubang penampungan, sehingga saat gali airnya tergenang dan menjadi sarang bagi jentik nyamuk, dan juga terlihat jendela yang dipasang tanpa hensel di Pos PAUD tersebut.
Demikian halnya pengelolaan BUMDES dengan penyertaan modal 100 juta dari Dana Desa hingga saat ini belum diketahui hasilnya dan kegiatannya pun tidak jelas, tandas dia.
Diketahui bahwa, BumDes tersebut sudah dibentuk pada masa pemerintahan Desa sebelumnya (mantan Kades-Red), namun pengelolaannya terkesan milik pribadi dan tertutup sekali tanpa melibatkan pengurus dan masyarakat setempat.
Untuk itu ia mempertanyakan kemana sisa dana tersebut. Sebab menurut dia hingga saat ini masyarakat sendiri tidak tau kemana sisa dana tersebut sembari berharap adanya campur tangan dari pihak lain agar sisa dana tersebut bisa disampaikan secara terbuka.
Sementara itu, Penjabat Kepala Desa Parabubu, Polikarpus Mali belum memberikan keterangan meski sudah dihubungi lewat telepon dan juga pesan WhatApp. [frs]