WahanaNews-NTT | Ada dua pesan menarik dari ekonom CORE, Pieter Abdullah, dan peneliti sekaligus ekonom Bursa Efek Indonesia (BEI), Poltak Hotradero, dari diskusi bertema "Peluang dan Tantangan Bank Digital" yang digelar Bank Jago.
Pertama, bank digital merupakan keniscayaan kompetitif di industri keuangan.
Baca Juga:
Pemkab Karo Gelar Gerak Jalan Penyambutan HUT RI Ke-81 ,Ajak Masyarakat Gelorakan Semangat Kemerdekaan
Narasi ini disampaikan Poltak Hotradero yang menekankan pesan bahwa bukan soal bank siap tidak siap, tapi ini sebuah keharusan.
Bank digital bukan lagi menjadi opsi, tetapi sebuah keharusan, tidak terelakkan.
Begitu perbankan abai atas perubahan ini, maka mereka tinggal menunggu digilas oleh tsunami bank digital.
Baca Juga:
CKG 2026 Temukan Sejuta Kasus Baru Hipertensi, Kemenkes Ingatkan Pentingnya Cek Kesehatan Tahunan
Kedua, semua bank akan menjadi digital pada waktunya.
Asumsi ini dipaparkan Pieter Abdullah yang menegaskan di masa depan konsep bank itu semua bermuara pada digital.
Dengan begitu, kata Piter, tidak ada lagi konsepsi khusus bank konvensional atau bank digital.