Ngada-NTT.WahanaNews.co| Akses jalan kabupaten yang menghubungkan Were–Mataloko, tepatnya di Desa Were IV, Kecamatan Golewa, Kabupaten Ngada, kini berada di ambang putus akibat longsor yang terus meluas. Warga mendesak Pemerintah Kabupaten Ngada segera mengambil langkah cepat sebelum jalur vital tersebut benar-benar terputus dan melumpuhkan aktivitas masyarakat.
Pantauan di lokasi pada Jumat (24/7/2026) menunjukkan kondisi badan jalan semakin memprihatinkan. Sebagian ruas jalan telah tergerus longsor sehingga kendaraan roda dua, roda empat hingga truk hanya dapat melintas secara bergantian melalui satu jalur yang tersisa. Untuk mencegah kecelakaan, warga memasang pembatas darurat dari bambu yang diikat menggunakan tali.
Baca Juga:
Anggota DPRD Ngada Desak Pemerintah Segera Operasikan RSP Riung
Kepala Desa Were IV, Heribertus Nono, mengatakan kerusakan jalan mulai terjadi sejak 17 April 2026. Namun, intensitas hujan yang mengguyur wilayah tersebut dalam beberapa hari terakhir membuat longsoran semakin melebar dan memperparah kondisi jalan.
"Jalan ini merupakan akses utama yang menghubungkan tiga desa, yakni Desa Were, Desa Were I, dan Desa Were IV. Kami sudah menyampaikan proposal permohonan penanganan ke beberapa dinas terkait, tetapi hingga sekarang belum ada tindak lanjut," ujarnya.
Menurut Heribertus, pemerintah desa bersama masyarakat telah berupaya melakukan penanganan darurat agar kendaraan masih dapat melintas. Salah satunya dengan meminta bantuan alat berat untuk membuka badan jalan serta memperoleh dukungan material dari pihak yang peduli terhadap kondisi tersebut.
Baca Juga:
Pemda Ngada Sampaikan Informasi Penyelenggaraan Pemerintah Daerah (ILPPD) Tahun 2024
"Kalau tidak ada penanganan segera, dampaknya sangat besar. Aktivitas transportasi, distribusi hasil pertanian, hingga roda perekonomian masyarakat akan lumpuh. Memang ada jalan alternatif, tetapi jaraknya jauh dan membutuhkan waktu tempuh lebih lama," katanya.
Ia memperingatkan bahwa kondisi jalan saat ini sudah sangat kritis. Jika hujan kembali turun dalam satu hingga dua minggu ke depan, bukan tidak mungkin badan jalan akan ambruk seluruhnya dan akses penghubung ketiga desa terputus total.
Karena itu, Pemerintah Desa Were IV berharap Pemerintah Kabupaten Ngada segera merespons permohonan masyarakat dengan melakukan penanganan permanen sebelum bencana yang lebih besar terjadi.