Citra Bakti Ngada mendapat peluang untuk mempertahankan keunggulan, tetapi eksekusi Atonius Yanuar Bengu hanya membentur tiang.
Perse Ende juga gagal memanfaatkan kesempatan. Tendangan Orian Tores Henuk melebar dari sasaran.
Baca Juga:
Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila 2025 Dengan Thema "Pancasila Perekat Bangsa Menuju Indonesia Raya"
Menariknya, kedua pemain yang gagal tersebut sama-sama mengenakan nomor punggung 12.
Setelah itu, kedua tim kembali menunjukkan ketenangan. Viktorius Justicius Due membawa Citra Bakti Ngada unggul, sebelum Muhamad Zakwan menyamakan kedudukan untuk Perse Ende.
Samuel Arsavin Due kembali membuat Citra Bakti Ngada berada di depan. Namun Hugo Apriano Gisepe Parus menjaga Perse Ende tetap hidup.
Baca Juga:
Peristiwa G30S/PKI, Mengenal 10 Pahlawan Revolusi Indonesia
Lima penendang pertama dari masing-masing tim akhirnya menghasilkan skor 4-4.
Drama berlanjut ke penendang berikutnya.
Krisantus Nonga Dopo berhasil membuat Citra Bakti Ngada kembali unggul. Perse Ende kemudian merespons melalui Aluiso Marchen Ruas.