NTT-WAHANANEWS.CO — Perse Ende memastikan satu tempat di final Piala Suratin 2026 setelah melewati drama adu penalti yang menegangkan kontra Citra Bakti Ngada di Stadion Gelora Samador da Cunha, Maumere, Selasa (11/8/2026).
Pertandingan semifinal tersebut harus ditentukan melalui adu penalti setelah kedua kesebelasan bermain imbang tanpa gol selama waktu normal 2 x 45 menit.
Baca Juga:
Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila 2025 Dengan Thema "Pancasila Perekat Bangsa Menuju Indonesia Raya"
Dalam babak tos-tosan, Perse Ende akhirnya keluar sebagai pemenang dengan skor 6-5.
Kemenangan itu sekaligus mengantarkan Laskar Kelimutu ke partai puncak Piala Suratin 2026 yang dijadwalkan berlangsung Jumat (14/8/2026).
Ribuan penonton yang memadati Gelora Samador da Cunha menjadi saksi pertandingan penuh ketegangan tersebut.
Baca Juga:
Peristiwa G30S/PKI, Mengenal 10 Pahlawan Revolusi Indonesia
Adu Penalti Berlangsung Dramatis
Drama dimulai ketika Wenseslaus Kenge sukses menjalankan tugas sebagai penendang pertama Perse Ende. Citra Bakti Ngada kemudian membalas melalui kapten Albertus Roga.
Kedua tim terus saling kejar hingga penendang ketiga.
Citra Bakti Ngada mendapat peluang untuk mempertahankan keunggulan, tetapi eksekusi Atonius Yanuar Bengu hanya membentur tiang.
Perse Ende juga gagal memanfaatkan kesempatan. Tendangan Orian Tores Henuk melebar dari sasaran.
Menariknya, kedua pemain yang gagal tersebut sama-sama mengenakan nomor punggung 12.
Setelah itu, kedua tim kembali menunjukkan ketenangan. Viktorius Justicius Due membawa Citra Bakti Ngada unggul, sebelum Muhamad Zakwan menyamakan kedudukan untuk Perse Ende.
Samuel Arsavin Due kembali membuat Citra Bakti Ngada berada di depan. Namun Hugo Apriano Gisepe Parus menjaga Perse Ende tetap hidup.
Lima penendang pertama dari masing-masing tim akhirnya menghasilkan skor 4-4.
Drama berlanjut ke penendang berikutnya.
Krisantus Nonga Dopo berhasil membuat Citra Bakti Ngada kembali unggul. Perse Ende kemudian merespons melalui Aluiso Marchen Ruas.
Kedudukan kembali imbang dan pertandingan memasuki fase yang semakin menegangkan.
Pada kesempatan berikutnya, Alexander Fono menjadi penendang Citra Bakti Ngada. Bola keras yang diarahkan ke tengah gawang justru mampu dibaca dengan sempurna oleh kiper Perse Ende, Kristianus Gavril Fua Mana.
kiper Perse Ende, Kristianus Gavril Fua Mana.
Penjaga gawang yang juga merupakan pelajar SMAK Syuradikara itu tampil sigap. Ia menepis bola dan membuat Perse Ende mendapatkan keuntungan besar.
Kesempatan tersebut tidak disia-siakan Gabriel Spagnaly Riwu.
Stopper Perse Ende yang merupakan pelajar SMK Negeri 3 Ekoae itu maju sebagai eksekutor penentu. Dengan tenang, Gabriel menaklukkan kiper Citra Bakti Ngada, Arkadius Tiwu.
Perse Ende pun menang 6-5 dan memastikan tiket ke final.
Kiper dan Eksekutor Penentu Jadi Pahlawan
Dua nama langsung menjadi sorotan setelah kemenangan tersebut.
Kristianus Gavril Fua Mana menjadi pahlawan di bawah mistar setelah menggagalkan tendangan Alexander Fono.
Sementara Gabriel Spagnaly Riwu menjadi penentu kemenangan setelah berhasil mengeksekusi penalti terakhir Perse Ende.
Selepas pertandingan, para pemain Perse Ende langsung merayakan kemenangan bersama pendukung mereka. Ketua DPRD Ende Fransiskus Taso bersama sejumlah anggota DPRD Ende yang menyaksikan laga dari tribun VIP juga turut merayakan keberhasilan tersebut.
Pelatih Perse Ende, Gusto Kadju, mengaku puas dengan perjuangan anak asuhnya. Ia menegaskan bahwa timnya siap menghadapi siapa pun yang lolos dari semifinal lainnya.
"Kami harus siap menghadapi siapa pun. Persami Maumere dan BMP Flores Timur sama-sama tim kuat," ujar Gusto.
Namun, ketika ditanya mengenai tim yang lebih diharapkannya menjadi lawan di final, Gusto secara terbuka menyebut Persami Maumere.
Menurutnya, Perse Ende memiliki peluang lebih besar untuk mengangkat trofi apabila bertemu tim tuan rumah tersebut.
"Kalau disuruh memilih, saya lebih cenderung memilih Persami Maumere di partai final," katanya.
Keyakinan tersebut memiliki dasar. Perse Ende dan Persami Maumere sebelumnya berada di Grup A. Dalam pertemuan fase grup, Perse Ende berhasil mengalahkan Persami dengan skor tipis 1-0.
Meski demikian, Gusto tetap mengingatkan bahwa laga final akan menjadi pertandingan berbeda dan tidak boleh dianggap mudah.
Calon lawan Perse Ende akan ditentukan dalam semifinal lainnya, Rabu (12/8/2026), saat tuan rumah Persami Maumere menghadapi BMP Flores Timur.
Final Piala Suratin 2026 dijadwalkan berlangsung Jumat (14/8/2026). Perse Ende kini tinggal selangkah lagi untuk menyempurnakan perjalanan mereka dengan membawa pulang trofi.