"Ada banyak keuntungan bila rutin mendonorkan darah, kita juga akan awet muda, cegah stroke karena cegah pembekuan darah, jadi orang yang sering donor darah kemungkinan kecil kena stroke karena 2 bulan setengah tubuh kita produksi darah baru," katanya.
Terkait alat screening darah, Yosep Suhardi menjelaskan pihaknya memiliki dua alat yang tidak diragukan untuk mengecek kelayakan darah, sebelum diberikan kepada pasien yang membutuhkan.
Baca Juga:
Effendi Napitupulu dan Audi Murphy Sitorus Dilantik di Jakarta, Papan Bunga Berjejer di Jantung Kota Balige
Lebih lanjut, Yosep Suhardi juga berterima kasih kepada pemerintah daerah yang mendukung PMI Manggarai Barat.
"Kami masih kesulitan kantong darah, kan pakai dana hibah dari pemerintah, setiap bulan kami beli terus. Kami belanja sendiri dari dana hibah, jadi bagusnya pemerintah daerah dukung dana Rp 650 juta, tahun lalu Rp 500 juta. Masih kurang karena kita sudah punya unit darah, setidaknya Rp 1 milyar," katanya.
Yosep Suhardi berharap, semakin banyak orang yang ingin melakukan donor darah mandiri serta pihak yang menjadi mitra PMI Manggarai Barat untuk memenuhi kekurangan darah.
Baca Juga:
Soal Penambahan Kewenangan Polri-TNI hingga Kejaksaan, Koalisi Sipil Menolak Keras
"Donor darah selain terbukti menyehatkan, sekaligus membantu sesama yang membutuhkan, setetes darah kita sangat berarti untuk membantu sesama," katanya. [jat]