"Fasilitator dari Pertamina dan Telkom akan mengajarkan pelaku UMKM terkait branding, komunikasi, negosiasi dan strategi harga. Tujuannya agar pelaku UMKM siap untuk menghadapi temu bisnis dan bisa mendapatkan kesepakatan kerja sama dengan hotel," ujar Hayun.
Setelah menyelenggarakan kegiatan upskilling selama tiga hari, Kemenparekraf akan menyusun e-katalog dan melakukan pendampingan kepada seluruh peserta sampai dengan temu bisnis dengan hotel.
Baca Juga:
WamenEkraf Ajak AINAKI Perkuat Kolaborasi Kembangkan Industri Animasi Indonesia
Tujuan akhir dari rangkaian program ini adalah terbentuknya sustainable supply chain antara UMKM dan hotel di DPSP Labuan Bajo.
"Tujuan akhir dari rangkaian kegiatan ini adalah terbentuknya sustainable supply chain antara UMKM dan hotel, sehingga akan meningkatkan perekonomian secara signifikan, baik dari sisi hotel sebagai demand maupun dari sisi UMKM sebagai supply,” kata Hayun.
Direktur Utama Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF) Shana Fatina menambahkan, ada peluang besar bagi UMKM untuk dapat memenuhi kebutuhan hotel.
Baca Juga:
Kemenparekraf Dukung Pelaksanaan Pusbatara Run 2024
Bukan hanya hotel di Labuan Bajo, namun juga potensi memenuhi kebutuhan dari jaringan hotel secara nasional.
"Kemenparekraf memiliki jaringan hotel yang sangat luas, sehingga dengan upskilling ini akan membuka peluang bagi pelaku UMKM di Labuan Bajo untuk dapat menyuplai kebutuhan dari hotel, baik dari hotel di sekitar wilayah Labuan Bajo maupun secara nasional,” ujarnya.
Dalam kesempatan yang sama, Manager SMEPP PT Pertamina Rudi Ariffianto mengatakan Pertamina mendukung penuh kegiatan pemberdayaan dan pelatihan UMKM.