Ia juga berharap agar akses wisatawan yang berkunjung ke Labuan Bajo tidak hanya menggunakan pesawat, tetapi juga bisa melewati jalur laut.
Lebih lanjut, ia berharapa agar BPOLBF menyiapkan semacam brosur elektronik atau e-B. Brosur itu dapat dipromosikan saat G20 nanti.
Baca Juga:
Junta Militer Myanmar Umumkan Gencatan Senjata Sementara Pascagempa Mematikan
Selain itu, perlu ada upaya pengenalan Labuan Bajo secara masif melalui konten yang ringan, mudah dijangkau dan terus menerus di titik-titik strategis seperti di hotel dan penginapan, juga di area publik sehingga bisa dinikmati semua kalangan.
Kemudian Deputi 1 Kemenparekraf Raden Kurleni Ukar mengungkapkan, semua program kerja BPOLBF dan persiapan G20 harus memberi manfaat kepada masyarakat lokal.
"Momen Labuan Bajo sebagai destinasi super prioritas dan tempat berlangsung G20 dimanfaatkan untuk dapat menambahkan kesejahteraan masyarakat setempat," tegasnya. [rda]