"Persoalan layanan berwisata ilegal ini memang menjadi tanggung jawab bersama, tidak hanya pemerintah dan pelaku industri wisata di NTT, tetapi secara nasional juga memang harus ada edukasi yang menyeluruh," kata Abed Frans.
Jika persoalan ini tak diselesaikan, menurut Abed Frans, hal itu bisa menurunkan kredibilitas pariwisata Labuan Bajo dengan destinasi unggulan yang sudah mendunia, seperti Taman Nasional Komodo.
Baca Juga:
Sepanjang Libur Lebaran Idulfitri, Pemkab Angkut 8.126 Ton Sampah dari Pulau Harapan
"Maka perlu dicarikan solusi yang tepat agar peristiwa serupa tak lagi terjadi di masa datang karena dapat memberikan dampak negatif bagi citra Labuan Bajo di mata wisatawan," ujarnya. [rda]