Selain memperkenalkan tata tertib, fasilitas praktik, serta kegiatan ekstrakurikuler, peserta didik juga dibekali pemahaman mengenai pentingnya menjaga nama baik sekolah, termasuk dalam menggunakan media sosial secara bijak dan bertanggung jawab.
Menurut Kondibus, keberhasilan pendidikan tidak hanya ditentukan oleh capaian akademik, tetapi juga oleh kualitas karakter yang dimiliki setiap lulusan.
Baca Juga:
Pemerintah Cabut Izin, Perusahaan Klaim Belum Terima Keputusan Resmi
"Nilai akademis memang penting, tetapi attitude jauh lebih penting. Kami ingin melahirkan lulusan yang cerdas, berkarakter, peduli, dan siap menghadapi tantangan di masa depan," tegasnya.
Ia juga menegaskan bahwa manajemen sekolah selalu membuka ruang bagi kritik dan masukan sebagai bagian dari upaya meningkatkan mutu pelayanan pendidikan.
Rangkaian pembukaan MPLS diakhiri dengan perkenalan dewan guru dan tenaga kependidikan yang akan menjadi pendamping sekaligus pembimbing para siswa selama menempuh pendidikan di SMK Kehutanan dan Seni St. Fransiskus Xaverius Maumere.
Baca Juga:
Operasional Dihentikan Pemerintah, Saham Toba Pulp Lestari Disuspensi BEI
Di tengah meningkatnya perhatian masyarakat terhadap pentingnya menciptakan lingkungan pendidikan yang aman dan bebas kekerasan, langkah SMK Kehutanan dan Seni St. Fransiskus Xaverius Maumere menghadirkan MPLS Ramah menjadi bukti bahwa pendidikan sejati tidak hanya mencetak lulusan berprestasi, tetapi juga membentuk manusia yang berkarakter, berempati, dan siap menjadi generasi yang membawa perubahan positif bagi masyarakat.