Ngada-NTT.WahanaNews.co- Di tengah kepungan duka dan trauma pascagempa bumi yang mengguncang Flores, gerakan kemanusiaan terus bergerak. PT TASPEN melalui program TASPEN Peduli turun langsung menembus sejumlah wilayah terdampak di Kabupaten Ngada untuk memastikan bantuan benar-benar tiba di tangan warga yang membutuhkan.
Bukan sekadar mengirim bantuan, tim TASPEN Peduli menyusuri langsung lokasi-lokasi terdampak dan menemui warga yang masih bertahan di tengah kondisi darurat.
Baca Juga:
Petugas Damkar DKI Gugur Saat Bertugas, Keluarga Almarhum Terima Santunan Rp344 Juta
Pada Rabu (19/8/2026), rombongan TASPEN Peduli dipimpin Branch Manager PT TASPEN Cabang Ende, Frans Davids Masombe, didampingi Wakil Ketua DPRD Ngada, Rudolf Agros Wogo, bergerak menuju sejumlah wilayah yang terdampak gempa.
Tim menyambangi Desa Turamuri dan Desa Inelika, Kecamatan Bajawa Utara, serta Desa Naru, Desa Beiwali (Kampung Fui), dan Kampung Wolowio, Kecamatan Bajawa.
Kedatangan tim menjadi angin segar bagi warga yang tengah menghadapi situasi sulit. Bantuan yang dibawa disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat di lokasi terdampak, mulai dari paket sembako, selimut bayi, obat-obatan, pembalut, pampers hingga terpal.
Baca Juga:
Purbaya Cairkan Gaji ke-13 Buat ASN-TNI/Polri Rp13,9 Triliun
Penyaluran dilakukan secara langsung agar bantuan tidak berhenti di tingkat distribusi, tetapi benar-benar diterima oleh warga, terutama mereka yang mengungsi maupun masyarakat yang rumahnya mengalami kerusakan akibat gempa.
TASPEN Peduli juga memperkuat dukungan darurat melalui lima unit genset untuk membantu memenuhi kebutuhan penerangan dan menunjang aktivitas pelayanan masyarakat di sejumlah wilayah terdampak.
Genset tersebut didistribusikan ke Desa Heawea, Kecamatan Aimere; Maronggela, Kecamatan Riung Barat; Puskesmas Riung; serta Desa Lengkosambi. Sementara satu unit lainnya direncanakan didistribusikan ke Kabupaten Nagekeo.
Dukungan genset dinilai sangat penting karena gangguan penerangan dan kebutuhan listrik menjadi salah satu persoalan yang dihadapi warga maupun fasilitas pelayanan di sejumlah lokasi pascabencana.
Bagi warga, kedatangan bantuan bukan hanya soal isi paket yang dibawa. Kehadiran langsung tim TASPEN menjadi tanda bahwa perjuangan mereka menghadapi dampak gempa mendapat perhatian.
Salah satu warga Desa Turamuri, Yoseph Hewe Keno, yang mewakili warga setempat, menyampaikan apresiasi kepada PT TASPEN yang telah datang langsung ke wilayah mereka.
Yohanes Hewe Keno.
“Kami menyampaikan terima kasih banyak kepada PT TASPEN yang sudah datang langsung dan membantu meringankan beban kami,” ujar Yoseph.
Gerakan TASPEN Peduli sekaligus mempertegas pentingnya kolaborasi dalam penanganan bencana. Pemerintah, BUMN, dunia usaha, organisasi kemasyarakatan dan masyarakat terus bergerak bersama memastikan kebutuhan dasar warga terdampak tetap terpenuhi.
Di tengah puing-puing rumah, keterbatasan penerangan dan ketidakpastian pascabencana, bantuan yang datang langsung menjadi lebih dari sekadar logistik.
Ia menjadi pesan kemanusiaan bahwa warga Ngada dan Flores tidak sendirian menghadapi bencana.
TASPEN Peduli hadir dengan menembus wilayah terdampak, mengetuk pintu-pintu warga dan menyerahkan bantuan secara langsung.
Dari tangan ke tangan, bantuan itu membawa satu harapan: agar masyarakat terdampak gempa segera bangkit, memulihkan kehidupan, dan kembali menata masa depan. [frs]