Menurut Ahmad Yohan, selama ini bahan-bahan Sembako ada yang monopoli.
Ia bahkan menyebutkan, pemain beras dan telur ayam di Indonesia ini hanya didominasi oleh segelintir orang.
Baca Juga:
Soal Hibah APBD, Gubernur Sulteng Takut Menolak Permintaan APH di Tengah Efisiensi Anggaran(?)
“Maunya Presiden Prabowo, ada efisiensi penghematan, tapi dikirim uang ke bawah bukan untuk pemerintah tapi untuk rakyat,” ungkapnya.
MBG ini juga lanjut Ahmad Yohan, biar stunting di NTT ini tuntas.
Baca Juga:
Dampak Geopolitik Global, Program MBG Dipangkas Jadi 5 Hari
Selain itu, dengan dibukanya sejumlah Dapur di Kabupaten Ngada, maka segala jenis bahan makanan seperti, Beras, Sayur, Telur, Daging dan yang lainnya dipastikan akan didapatkan di Ngada, sehingga uangnya berputar kembali di Ngada.
“Sehingga nanti dengan harapan, beli beras, berasnya orang Soa, beli telur ayam, telur ayamnya orang soa, beli sayur, sayurnya orang Soa, dan uangnya itu putarnya di kita lagi,” ucap Ahmad Yohan.
Jika tidak demikian, maka dana pusat untuk MBG senilai Rp 8 Triliun akan kembali ke daerah Jawa, karena yang dibeli semuanya dari Jawa, tukas dia.