Ngada-NTT.WahanaNews.co| Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P3A) Republik Indonesia, Arifatul Choiri Fauzi, meninjau secara langsung langsung Rumah Aman Bajawa, Kamis (12/2/26).
Kegiatan ini sebagai bagian dari rangkaian kunjungan kerja Menteri P3A ke Ngada selama 3 (tiga) hari.
Baca Juga:
Pemda Ngada Sampaikan Informasi Penyelenggaraan Pemerintah Daerah (ILPPD) Tahun 2024
Ikut mendampingi Menteri P3A, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P3AP2KB) Provinsi NTT, Ruth Diana Laiskodat.

Kunjungan ke rumah aman ini bertujuan untuk meninjau secara langsung layanan perlindungan dan pendampingan bagi perempuan dan anak korban kekerasan yang selama ini ditangani di Rumah Aman Bajawa.
Baca Juga:
Pemda Ngada Sampaikan Informasi Laporan Penyelenggaraan Pemerintah Daerah (ILPPD) Tahun 2024
Dalam kesempatan tersebut, Arifatul Chori mendengarkan paparan dari pengelola terkait mekanisme penanganan kasus, proses rehabilitasi dan pendampingan psikososial, dukungan lintas sektor, serta berbagai kebutuhan peguatan layanan ke depan.
Selain melakukan peninjauan fasilitas dan berdialog dengan para pendamping, Arifatul Choiri Fauzi juga menyerahkan bingkisan kepada anak-anak yang berada di Rumah Aman sebagai bentuk perhatian dan dukungan moril dari pemerintah pusat terhadap upaya pemulihan dan perlindungan anak.
Usai kunjungan di Rumah Aman, Menteri P3A bersama rombongan melanjutkan agenda ke Rumah Kevikepan Bajawa.
Disini, Arifatul Chori melakukan dialog internal bersama para Pastor guna membahas peran lembaga keagamaan dalam mendukung upaya perlindungan perempuan dan anak, serta memperkuat kolaborasi antara pemerintah dan institusi keagamaan dalam menciptakan lingkungan yang aman dan ramah bagi kelompok rentan. [frs]