NTT-WAHANANEWS.CO- Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Emanuel Melkiades Laka Lena, mellui Kepla dinas Pemuda Dan Olhraga Propinsi NTT Alfonsus Theodorus menegaskan bahwa penyelenggaraan Piala Gubernur NTT Liga Pelajar Soeratin Cup U-17 dan PERTIWI Cup 2026 bukan sekadar turnamen sepak bola, melainkan langkah strategis untuk melahirkan generasi atlet yang akan mengharumkan nama NTT pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XXII Tahun 2028. Pernyataan itu disampaikan saat membacakan sambutan gubernur NTT membuka secara resmi turnamen di Gelora Samador, Maumere, Kabupaten Sikka, Sabtu (25/7/2026).
Menurut Gubernur Melki, NTT bersama Nusa Tenggara Barat (NTB) akan menjadi tuan rumah PON XXII Tahun 2028. Karena itu, persiapan tidak hanya difokuskan pada penyediaan sarana dan prasarana olahraga, tetapi juga pada pembinaan atlet sejak usia dini agar NTT mampu menjadi tuan rumah yang sukses sekaligus berprestasi.
Baca Juga:
Zaman Kian Maju, Kualitas Pendidikan Belum Memuaskan, Gubernur NTT Tegaskan Perbaiki Sistem
Ia menekankan bahwa warisan terbesar PON 2028 bukan hanya terselenggaranya ajang olahraga nasional, melainkan lahirnya atlet-atlet muda berbakat, pelatih berkualitas, organisasi olahraga yang profesional, serta fasilitas olahraga yang lebih baik.
Dalam kesempatan tersebut, Melki juga mengungkapkan bahwa Maumere direncanakan menjadi lokasi pertandingan cabang olahraga sepak bola putri pada PON 2028. Meski masih dalam tahap perencanaan, Pemerintah Provinsi NTT akan terus berkoordinasi untuk memastikan seluruh persyaratan teknis, mulai dari venue, akomodasi, transportasi hingga aspek keamanan dan kesehatan dapat dipenuhi.
Ia berharap momentum penyelenggaraan PERTIWI Cup 2026 menjadi titik awal penguatan ekosistem sepak bola di Kabupaten Sikka sehingga Maumere dapat dikenal sebagai salah satu pusat perkembangan sepak bola putri di Indonesia.
Baca Juga:
Keluarga Prada Lucky Minta Usut Semua Pelaku, Bukan Hanya Prajurit Rendah
Gubernur juga mengajak seluruh pemangku kepentingan agar tidak berhenti pada penyelenggaraan kompetisi semata. Menurutnya, setiap turnamen harus menjadi ajang pencarian bakat (talent scouting) untuk menemukan pemain-pemain potensial yang kemudian dibina secara berkelanjutan melalui kompetisi, pelatih berkualitas, dan kesempatan bertanding di level yang lebih tinggi.
Khusus bagi sepak bola putri, Melki meminta agar semakin banyak anak perempuan di NTT diberikan ruang untuk mengembangkan bakatnya sehingga daerah ini memiliki stok atlet yang memadai saat PON 2028 berlangsung.
Lebih lanjut, ia mengajak seluruh kabupaten dan kota di NTT menjadikan PON 2028 sebagai agenda bersama. Menurutnya, pencarian atlet terbaik harus dilakukan dari seluruh wilayah NTT agar semakin banyak putra-putri daerah mampu berdiri di podium PON, bahkan menembus SEA Games, Asian Games hingga Olimpiade.
Kepada para atlet, Gubernur berpesan agar menjunjung tinggi sportivitas, disiplin, serta menghormati lawan dan perangkat pertandingan. Sementara kepada pelatih, ia meminta agar pembinaan tidak hanya berorientasi pada kemenangan, tetapi juga membentuk karakter atlet yang tangguh, rendah hati, dan bermental juara.
Mengakhiri sambutannya, Melki menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Sikka, KONI, Asprov PSSI NTT, TP PKK, panitia penyelenggara, sponsor, dan seluruh masyarakat yang telah mendukung terselenggaranya kompetisi tersebut.
"Hari ini kita membuka sebuah turnamen, tetapi sesungguhnya kita sedang membangun sesuatu yang jauh lebih besar, yaitu mempersiapkan generasi juara Nusa Tenggara Timur. NTT harus sukses sebagai tuan rumah, dan NTT juga harus sukses prestasi," tegasnya sebelum secara resmi membuka Piala Gubernur NTT Liga Pelajar Soeratin Cup U-17 dan PERTIWI Cup Tahun 2026.
Turnamen Soeratin Cup U-17 dan PERTIWI Cup 2026 diharapkan menjadi pintu lahirnya bibit-bibit unggul sepak bola NTT yang kelak memperkuat kontingen daerah pada PON XXII Tahun 2028, sekaligus membawa nama Nusa Tenggara Timur ke tingkat nasional hingga internasional.