"Orang datang menonton sepak bola tentu membutuhkan makan dan minum. Di situlah peluang besar bagi mama-mama pedagang dan pelaku UMKM lokal untuk meningkatkan pendapatan mereka," katanya.
Memasuki hari-hari awal turnamen, geliat ekonomi langsung terasa. Penjualan melonjak tajam seiring membludaknya jumlah penonton yang memadati stadion. Meskipun sempat melandai pada hari ketiga dan keempat akibat dominasi pertandingan pagi, optimisme para pedagang kembali meningkat menjelang laga-laga besar yang mempertemukan tim-tim favorit seperti Perse Ende melawan Persami Maumere maupun Flores Timur menghadapi Sikka.
Baca Juga:
Mendagri Tito dan Maruarar Sirait Buka Piala Presiden 2026: Jadi Hiburan dan Tingkatkan Ekonomi Rakyat
Setiap pertandingan sore menjadi momen yang paling dinanti. Ribuan suporter memenuhi tribun stadion, sementara kawasan UMKM berubah menjadi pusat keramaian. Antrean pembeli terlihat di hampir seluruh lapak. Bagi banyak pedagang, suasana tersebut menjadi harapan baru setelah sekian lama menghadapi tantangan ekonomi.
Lebih dari sekadar berjualan, turnamen ini juga menjadi ajang promosi bagi produk-produk lokal Kabupaten Sikka. Banyak pengunjung dari berbagai daerah mencicipi kuliner khas Maumere dan membawa pulang pengalaman positif tentang cita rasa lokal yang ditawarkan para pelaku UMKM.
Panitia bersama koordinator UMKM juga berupaya menciptakan kenyamanan bagi seluruh pedagang. Setiap pelaku usaha dibekali ID Card resmi sehingga proses keluar-masuk kawasan stadion berlangsung tertib. Fasilitas tenda turut disediakan melalui dukungan sejumlah perusahaan mitra.
Baca Juga:
Piala Presiden 2026 Resmi Dibuka, Stadion Si Jalak Harupat Dipadati 24 Ribu Penonton dan UMKM Jadi Sorotan
Di sisi lain, pengelolaan kebersihan menjadi perhatian serius. Setiap lapak diwajibkan menyediakan kantong sampah sendiri demi menjaga kawasan stadion tetap bersih selama turnamen berlangsung.
Meski pelaksanaan tahun ini dinilai sukses, Isye berharap penyelenggaraan berikutnya dapat menghadirkan penataan lapak yang lebih merata.
"Ke depan kami berharap lapak UMKM tidak hanya terpusat di satu sisi stadion, tetapi dibagi di empat titik sesuai arah mata angin. Dengan begitu penonton lebih mudah menjangkau pedagang dan kesempatan memperoleh pembeli menjadi lebih merata," ungkapnya.