NTT-WAHANANEWS.CO – Derbi panas Flores Timur tersaji pada lanjutan Piala Soeratin U-17 2026 saat Perseftim Flores Timur berhadapan dengan Biru Muda Perkasa (BMP) di Stadion Gelora Samador, Maumere, Senin (27/7/2026) pukul 09.00 WITA.
Laga yang mempertemukan dua tim asal Lamaholot itu berlangsung dengan tensi tinggi sejak peluit kick-off dibunyikan. Perseftim tampil dengan jersey oranye, sementara BMP mengenakan seragam putih.
Baca Juga:
Persebata Lembata Tampil Perkasa, Libas BMU Alor Pantar 3-0 di Laga Pembuka Soeratin U-17 NTT 2026
Sejak awal pertandingan, kedua tim sama-sama bermain agresif dan saling menekan. Serangan demi serangan terus dilancarkan, namun disiplin lini belakang membuat peluang yang tercipta belum mampu dikonversi menjadi gol. Hingga pertengahan babak pertama, skor masih bertahan 0-0.
Atmosfer pertandingan semakin memanas. Dari pinggir lapangan, kedua tim pelatih tak henti-hentinya memberikan instruksi agar para pemain tetap fokus menjaga organisasi permainan sekaligus mencari celah di pertahanan lawan.
Kebuntuan akhirnya pecah pada menit ke-38. Wasit menunjuk titik putih setelah terjadi pelanggaran di dalam kotak penalti terhadap pemain BMP. Kesempatan emas itu dieksekusi dengan tenang oleh Riski Raja, yang sukses mengecoh penjaga gawang Perseftim dan membawa BMP unggul 1-0 hingga turun minum.
Baca Juga:
Gubernur Melki Laka Lena: Soeratin dan PERTIWI Cup Jadi Awal Lahirnya Generasi Emas Sepak Bola NTT Menuju PON 2028
Memasuki babak kedua, Biru Muda Perkasa tampil semakin percaya diri dan lebih dominan dalam penguasaan permainan. Tekanan yang terus dilancarkan akhirnya kembali membuahkan hasil pada menit ke-61.
Pemain bernomor punggung 7, Mateus Karwayu, menunjukkan kualitasnya dengan penyelesaian akhir yang apik untuk merobek gawang Perseftim. Gol tersebut mengubah kedudukan menjadi 2-0 sekaligus membawa BMP semakin nyaman mengendalikan jalannya pertandingan.
Tertinggal dua gol, Perseftim berupaya meningkatkan intensitas serangan demi memperkecil ketertinggalan. Namun, solidnya pertahanan BMP membuat setiap upaya lawan berhasil dipatahkan. Hingga peluit panjang dibunyikan, tidak ada gol tambahan yang tercipta.