"Kami berharap implementasi NADI JKN dapat berjalan sesuai roadmap yang telah disusun sehingga cakupan wilayah dan manfaat program ini terus berkembang dari tahun ke tahun," katanya.
Peluncuran NADI JKN juga mendapat dukungan dari Wakil Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, Ahmad Riza Patria. Ia menilai program tersebut sangat relevan untuk masyarakat desa yang selama ini masih menghadapi tantangan dalam menjaga kepesertaan JKN tetap aktif.
Baca Juga:
Arnod Sihite Aklamasi Pimpin FSP PPMI SPSI, Ini 10 Poin Perjuangan Kesejahteraan Buruh
Menurutnya, BUMDes, koperasi desa, dan berbagai lembaga masyarakat memiliki potensi besar menjadi mitra strategis BPJS Kesehatan dalam memperluas implementasi program tersebut hingga ke pelosok daerah.
Saat ini, sejumlah kerja sama telah dijalin dengan berbagai mitra daerah, di antaranya BUMDes Mandiri Utama Kemuja di Pangkalpinang, BUMDes Tirta Mandiri dan BUMDes Tumang di Boyolali, PT Pos Indonesia di Banyuwangi, serta Koperasi Desa Merah Putih Mattiro Ade di Parepare.
Dukungan juga datang dari Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni, Raffi Ahmad. Ia mengajak generasi muda, pekerja informal, serta pelaku UMKM untuk mulai membiasakan menabung demi menjaga perlindungan kesehatan keluarga.
Baca Juga:
Hasil Munas VIII FSP PPMI SPSI Desak Reformasi Sistem Pengupahan Nasional
Menurut Raffi, NADI JKN merupakan bukti komitmen BPJS Kesehatan dalam menghadirkan inovasi yang semakin dekat dengan kebutuhan masyarakat, sehingga peserta tidak lagi terbebani oleh pembayaran iuran secara sekaligus.
Di sisi lain, PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk menyatakan siap mendukung implementasi NADI JKN melalui pengembangan sistem daily deduct engine yang memungkinkan mitra menyisihkan penghasilan secara bertahap untuk pembayaran iuran JKN.
Chief of Public Affairs PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk, Dyan Shinto Eko Nugroho, mengungkapkan hingga saat ini sebanyak 3.147 mitra Gojek di luar desil 1–5 telah menjadi peserta BPJS Kesehatan bersama anggota keluarganya.