WahanaNews-Labuanbajo | 10 agenda Side Meeting akan digelar di Labuan Bajo pada periode Mei 2022 hingga November 2022.
Direktur Utama BPOLBF (Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores) Shana Fatina menjelaskan di atas kertas dampak ekonomi langsung diprediksi mencapai 3 juta dolar AS.
Baca Juga:
Survei 2025 Ungkap Gen Z Paling Toleran dan Unggul dalam Literasi Al-Qur’an
"Perhitungan itu dengan asumsi wisatawan G20 mempunyai daya beli tujuh kali lipat dibandingkan wisatawan pada umumnya. Sepuluh kegiatan side meeting dengan peserta kurang lebih 800 orang dikalikan 2.000 dolar AS,” kata Shana kepada wartawan, Jumat (11/2/2022).
“Ini masih perhitungan kasar, belum lagi apabila ada peserta yang ingin menambah masa tinggal," ungkapnya.
BPOLBF, Pemda NTT, Pemkab NTT, Kemenparekraf dan stakeholder terkait bergandengan tangan bertekad untuk mensukseskan acara side meeting G20 di Labuan Bajo.
Baca Juga:
Wamen PANRB dan Wamenhub Tinjau Posko Pusat Angkutan Nataru 2026, Pastikan Layanan Publik Tetap Optimal
Kuncinya kolaborasi berbagai pihak, dan juga peran aktif masyarakat tentunya.
Berbagai persiapan dilakukan, dari ketersediaan kamar hotel, kesiapan infrastruktur hingga paket wisata ke berbagai destinasi wisata di Labuan Bajo dan Kabupaten sekitarnya.
"Kami tawarkan paket-paket wisata menarik agar masa tinggal peserta bisa lebih lama, selain itu dibeberapa spot juga kami berikan tempat masyarakat untuk menawarkan produk kreatifnya. Atraksi wisata juga digelar di sejumlah tempat, tentunya dengan protokol kesehatan yang ketat," ungkap Shana.