Maumere, 15 Juli 2026 – Tim SAR Gabungan masih melakukan pencarian terhadap seorang penumpang yang diduga melompat dari Kapal Motor (KM) Lambelu di Perairan Pulau Pemana, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT). Hingga operasi pencarian hari pertama (H.1) berakhir, korban belum berhasil ditemukan.
Korban diketahui bernama Nataniel Emanual Siola Guna, laki-laki, berusia sekitar 40 tahun. Peristiwa tersebut diduga terjadi di sekitar koordinat 8°22.310' LS – 122°23.272' BT, wilayah perairan Pulau Pemana.
Baca Juga:
Evakuasi Penemuan Mayat di Aliran Sungai Lae Soraya Diduga Korban Hanyut dari Desa Suka Maju
Informasi mengenai kejadian diterima Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Maumere pada Selasa (15/7/2026) sekitar pukul 12.30 WITA dari relawan PMI, Nuben Dasilva. Sebelumnya, laporan awal dari KM Lambelu menyebutkan bahwa sekitar pukul 01.19 WITA, seorang penumpang diduga melompat ke laut saat kapal sedang berlayar.
Menindaklanjuti laporan tersebut, petugas jaga di anjungan kapal segera mengaktifkan prosedur Man Overboard (MOB) melalui sistem ECDIS dan melaporkan kejadian kepada nakhoda. Kapten kapal kemudian mengambil alih komando dengan memutar haluan untuk melakukan pencarian di lokasi terakhir korban terlihat.
Selain melakukan pencarian di sekitar titik kejadian, KM Lambelu juga menyebarkan informasi darurat melalui Radio VHF Kanal 16 kepada kapal-kapal yang melintas di sekitar lokasi agar turut membantu pengamatan. Namun, setelah melakukan pencarian selama kurang lebih satu jam tanpa membuahkan hasil, kapal kembali melanjutkan pelayaran menuju pelabuhan tujuan.
Setelah menerima laporan resmi, Kantor SAR Maumere langsung berkoordinasi dengan berbagai unsur potensi SAR, di antaranya Lanal Maumere, Polres Sikka, KSOP Maumere, PT Pelni, serta pihak keluarga korban.
Baca Juga:
Basarnas Kerahkan Tim SAR Cari Korban Kecelakaan Pesawat di Maros
Tim Rescue Basarnas Maumere kemudian diberangkatkan menuju lokasi menggunakan Rigid Inflatable Boat (RIB) 500 PK yang dilengkapi peralatan SAR, perlengkapan medis, dan perangkat komunikasi.
Sesampainya di lokasi, Tim SAR Gabungan langsung melaksanakan penyisiran di atas permukaan laut di sekitar lokasi dugaan korban terjatuh. Upaya pencarian juga diperkuat dengan berkoordinasi bersama masyarakat pesisir dan nelayan yang beraktivitas di sekitar perairan Pulau Pemana untuk memperluas jangkauan pencarian.
Meski berbagai upaya telah dilakukan hingga sore hari, hasil pencarian pada hari pertama masih belum menemukan tanda-tanda keberadaan korban.
Operasi SAR dijadwalkan kembali dilanjutkan pada Rabu (16/7/2026) dengan mengoptimalkan penyisiran di area pencarian dan melibatkan seluruh unsur SAR gabungan. Tim berharap korban dapat segera ditemukan sehingga memberikan kepastian bagi keluarga yang menanti kabar.
Basarnas mengimbau seluruh kapal maupun nelayan yang beraktivitas di sekitar Perairan Pulau Pemana untuk segera melaporkan kepada petugas apabila melihat atau menemukan tanda-tanda yang berkaitan dengan keberadaan korban guna mempercepat proses pencarian.