WahanaNews-NTT | Seorang ibu Rumah Tangga (IRT) berinisial VD asal Desa Runut, Dusun Lodong Kecamatan Waigete, Kabupaten Sikka yang ditinggal merantau oleh suaminya nekad “menggauli” seorang anak lelaki berinisial NN yang masih dibawah umur.
Mirisnya, kejadian tak pantas ini dilakukan VD semenjak NN duduk di bangku kelas 2 SMP dan masih berusia 15 tahun. Saat ini NN sendiri sudah berusia 17 tahun dan duduk di bangku SMA kelas 2.
Baca Juga:
Saat Eks Kapolres Ngada Cabuli Bocah 6 Tahun, Mahasiswi Fani Tunggu di Kolam Renang
Kepada WahanaNews.co, Sekretaris Tim Relawan untuk Kemanusiaan (TRUK) Maumere, Hendrika Hungan membenarkan adanya peristiwa tersebut.
Dikatakan Heni Hungan, NN adalah anak yang dijadikan korban manipulasi dan dimanfaatkan secara seksual oleh perempuan dewasa (VD).
“Dalam kasus ini menurut pandangan kami, dia (NN-Red) korban. Karena menurut kami dia anak yang dimanipulasi dan dimanfaatkan secara seksual oleh perempuan dewasa,” ungkap wanita yang biasa disapa Heni ini, Jumat (06/01/20220) di Maumere.
Baca Juga:
Dua Remaja Perkosa Anak di Bawah Umur Hingga Hamil, Pelaku 6 Kali Setubuhi Korban Lagi Untuk Lemahkan Kandungan
Menurut Heni, NN dimanfaatkan secara seksual oleh VD karena saat kejadian ada uang, ada ancaman, ada hadiah dan sebagainya. Kasus ini terjadi sejak NN berusia 15 tahun dan baru terungkap saat NN berusia 17 tahun.” Jadi sekian lama relasi mereka berdua dan hubungan itu terjadi berkali-kali,” tambah Heni.
Ditanya terkait kronologis peristiwa, Heni secara rinci menjelaskan bahwa, peristiwa yang dialami NN baru terkuak ketika VD (pelaku-red) mendatangi keluarga NN dan mengajak untuk bertemu di rumah VD dengan tidak menyampaikan tujuan pertemuan tersebut.
Tiba di rumah VD, pertemuan yang difasilitasi langsung oleh ketua RW dan RT setempat ini, NN langsung dituding merebut isteri orang, sehingga harus mendapatkan denda sesuai sanksi adat.
Merasa tidak terima dengan sanksi adat tersebut, NN kemudian membeberkan perilaku VD yang memanipulasi untuk memanfaatkan dirinya secara seksual berulang-ulang kali sejak berusia 15 tahun hingga saat ini, terang Heni.
Heni menyebutkan bahwa VD telah menggaulinya sejak berada di bangku kelas 2 SMP.
Ketika itu NN bersama sejumlah teman sebayanya termasuk anak kandung VD sedang berlari pagi. Ketika pulang dan tepat berada di depan rumah VD, NN bersama temannya berhenti dan tiba-tiba anak VD memanggil NN untuk beristirahat dulu dirumahnya.
NN bersama teman-temannya kata Heni, langsung disuguhi kopi moka oleh VD. Belum selesai NN menghabiskan minumannya, beberapa temannya termasuk anak VD pergi ke rumah tetangga meninggalkan NN sendirian di rumah VD.
Di saat NN sendirian, VD lalu meminta NN untuk masuk kedalam rumahnya dan mulai melakukan aksinya dengan mengelus dan mencubit pipih NN hingga meraba bagian sensitiv NN. NN sendiri tidak menyadari apa yang dilakukan VD terhadap dirinya karena NN memang masih polos dan lugu.
“Kejadian itu berawal saat NN bersama teman-temannya sedang jogging di jalanan umum. Saat pulang NN bersama sejumlah temannya itu berhenti tepat didepan rumah VD. Anak VD ketika itu memanggil teman-temannya untuk beristirahat sebentar. Saat itu VD memberikan kopi moka. Belum habis NN minum kopi, teman-teman NN termasuk anak VD pergi kerumah tetangga. Tinggal NN sendiri menghabiskan kopinya. Saat itulah VD mulai melakukan aksinya,” beber Heni.
Lebih lanjut, malam harinya NN mendapatkan inbox dari VD. Lantaran belum mengenal dan mengetahui yang mengirim pesan, NN kemudian menanyakan namanya. Tidak lama kemudian inbox NN pun dibalas, bahwa namanya VD dan meminta NN untuk ke rumahnya, ketus Heni.
Tanpa pikir panjang, NN yang masih polos dan lugu inipun langsung bergegas menuju rumah VD. Setibanya dirumah VD, NN langsung disuguhi makan. Usai makan NN ditarik ke kamar, dan saat itu NN bingung dengan kelakuan VD yang menariknya ke dalam kamar.
Lantaran masih dalam kebingunganya itu, NN tidak tahu harus berbuat apa, sementara VD dengan sigapnya langsung melucuti seluruh pakaian NN dan memaksanya untuk melakukan persetubuhan layaknya suami isteri. Dengan terpaksa NN mengikuti arahan VD, pungkas Heni seperti yang dikisahkan NN kepadanya.
Setelah selesai, NN diberi uang Rp 50.000, dan meminta untuk tidak boleh menceritakan kepada siapapun termasuk orangtua NN.
NN juga diancam, jika memberitahukan kepada orangtuanya, maka nasib NN pun akan berakhir. Dari tahun ke tahun NN melayani VD dan seperti biasanya setelah selesai melakukan persetubuhan layaknya suami isteri, NN diberikan sejumlah uang.
Menurut NN, lanjut Heni menuturkan jumlah uang yang diterima NN mendekati Rp 1 juta.
“Peristiwa itu sejak NN masih kelas 2 SMP tahun 2020, hingga terakhir pada bulan November 2022 baru terbongkar. Total uang yang diterima NN hingga saat ini jika dihitung mendekati Rp 1 juta,” imbuh Heni.
Terhadap peristiwa ini, pihak keluarga korban didampingi TRUK Maumere telah melaporkannya kepada Pores Sikka dan saat ini sedang dalam penanganan penyidik PPA Polres Sikka, ujar Heni.
Diketahui bahwa VD hidup bersama anak-anaknya, sementara suaminya berada di Kalimantan untuk mencari nafkah buat keluarganya. Sejak suaminya merantau, VD hanya ditemani oleh anak-anaknya termasuk anak yang seumuran dengan NN. [frs]