Ngada-NTT.WahanaNews.co| Sebanyak 100 mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian Flores Bajawa (STIPER FB) resmi diterjunkan untuk mengikuti Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) Tahun 2026 dengan mengemban misi strategis mendukung Program Gerakan Tuntas Stunting dan Kemiskinan Ekstrem (Gentaskin) di sejumlah wilayah Provinsi Nusa Tenggara Timur.
Pelepasan peserta berlangsung penuh khidmat di Kampus C STIPER Flores Bajawa, Turekisa, Kabupaten Ngada, Jumat (3/7/2026), diawali dengan Perayaan Ekaristi yang dipimpin Ketua Lembaga Penjamin Mutu dan Audit Internal (LPMAI) STIPER Flores Bajawa, RD Dr. Rofinus Neto Wuli, S.Fil., M.Si. (Han).
Baca Juga:
Buka RAT Tahun Buku 2025, Nico Noy: Kopdit Setiawan Harus Mampu Membaca Situasi Dengan Bijak
Ketua STIPER Flores Bajawa, Dr. Nicolaus Noywuli, S.Pt., M.Si., menegaskan bahwa keterlibatan kampus dalam program tersebut merupakan wujud nyata pengabdian perguruan tinggi dalam menjawab persoalan mendasar yang masih dihadapi masyarakat NTT, khususnya stunting dan kemiskinan ekstrem.
Menurutnya, program KKNT Gentaskin merupakan hasil kolaborasi antara Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah XV dengan sejumlah perguruan tinggi di NTT. Dalam program itu, STIPER Flores Bajawa menjadi salah satu perguruan tinggi dengan jumlah peserta terbanyak.
"STIPER Flores Bajawa dipercaya mengirimkan 100 mahasiswa. Ini menjadi bukti komitmen kampus untuk hadir bersama masyarakat, tidak hanya melalui pendidikan, tetapi juga melalui aksi nyata di lapangan," ujar Nicolaus.
Baca Juga:
Pastikan Lulusan Siap Kerja, STIPER FB Teken PKS dengan Dua Lembaga
Ketua STIPER Flores Bajawa, Dr. Nicolaus Noywuli. (Foto: Frans Dhena/WahanaNews.co)
Selama kurang lebih dua bulan, para mahasiswa akan ditempatkan di berbagai wilayah sasaran, meliputi lima kecamatan di Kabupaten Flores Timur, Kecamatan Nangaroro di Kabupaten Nagekeo, Kecamatan Jerebuu di Kabupaten Ngada, serta Kecamatan Ranamese, Elar, dan Elar Selatan di Kabupaten Manggarai Timur.
Di lokasi pengabdian tersebut, mahasiswa akan mendampingi masyarakat melalui berbagai program pemberdayaan yang berfokus pada ketahanan pangan, perbaikan gizi keluarga, kesehatan, pendidikan, hingga penguatan ekonomi masyarakat berbasis potensi lokal.
Nicolaus berharap kehadiran mahasiswa tidak hanya menghasilkan laporan akademik, tetapi juga mampu melahirkan solusi nyata yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
Sementara itu, RD Dr. Rofinus Neto Wuli mengingatkan bahwa pengabdian di tengah masyarakat merupakan panggilan kemanusiaan yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab, semangat pelayanan, dan nilai-nilai keimanan.
"Mahasiswa program ini hendaknya memiliki spirit keimanan yang kuat dan semangat kebangsaan yang tinggi. Hadirlah sebagai pribadi yang siap melayani dan mengabdi secara maksimal di tengah masyarakat. Kalian adalah generasi muda yang diharapkan mampu membawa perubahan bagi masa depan NTT," pesannya.
Perwakilan mahasiswa, Herdi Temaluru, Resti Woa, dan Jein Lede, mengaku bangga memperoleh kesempatan mengikuti KKNT Gentaskin. Mereka menilai program tersebut menjadi ruang belajar yang sesungguhnya untuk mengimplementasikan ilmu yang diperoleh di bangku kuliah sekaligus memahami berbagai persoalan masyarakat secara langsung.
"Kami bangga dipercaya menjadi bagian dari program ini. Kami akan hidup bersama masyarakat desa, belajar memahami persoalan yang mereka hadapi, lalu berupaya menghadirkan solusi melalui ilmu yang kami miliki. Saatnya mahasiswa tidak hanya belajar di ruang kelas, tetapi hadir memberikan manfaat nyata bagi masyarakat," ungkap mereka.
Melalui KKNT Gentaskin 2026, STIPER Flores Bajawa kembali menegaskan komitmennya mencetak lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian sosial, semangat pengabdian, serta mampu menjadi agen perubahan dalam mendorong pembangunan desa dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat di Nusa Tenggara Timur. [frs]