Panitia juga berupaya mempertahankan komunikasi yang baik dengan kontingen dari berbagai kabupaten yang telah menyelesaikan pertandingan dan kembali ke daerah masing-masing.
Bagi Cherry, seluruh kontingen memiliki tujuan yang sama, yakni mendorong kemajuan sepak bola NTT sekaligus membuka ruang bagi generasi muda untuk berkembang melalui olahraga tersebut.
Baca Juga:
Cherry Newar: Soeratin Cup 2026 Jadi Panggung Harapan dan Promosi Wisata Sikka
“Semua cinta sepak bola. Semua ingin sepak bola NTT maju dan berkembang. Kita sudah on the track. Mari dukung bersama anak-anak kita ini. Mereka berhak punya masa depan yang baik dari sepak bola,” ujarnya.
Ia mengakui dalam turnamen berskala besar seperti Soeratin Cup, masih terdapat sejumlah kekurangan yang dapat terlihat selama pelaksanaan pertandingan. Namun, panitia memilih menjadikan hal tersebut sebagai bahan evaluasi, bukan sebagai penghambat.
“Adapun beberapa kekurangan yang nampak dan terjadi, itu hal yang lumrah dalam perhelatan besar seperti Soeratin ini. Namun, kita tidak membiarkan itu menjadi hambatan yang mengurangi semangat mensukseskan turnamen. Sebaliknya, kami terus berbenah dan memperbaikinya,” kata Cherry.
Baca Juga:
Sikka Bergerak, NTT Bersatu: Panitia Soeratin U-17 dan Piala Pertiwi 2026 Masih Membuka Pintu bagi Para Sponsor
Berharap Jadi Ruang Tumbuh Talenta Muda NTT
Menjelang pertandingan puncak, panitia berharap seluruh rangkaian Piala Gubernur Soeratin Cup U17 dapat dituntaskan dengan aman, lancar, dan meninggalkan kesan positif bagi seluruh peserta.
Lebih dari sekadar kompetisi, Cherry berharap turnamen tersebut menjadi ruang bagi para pemain muda NTT untuk menunjukkan kemampuan sekaligus membuka peluang bagi perkembangan karier mereka di dunia sepak bola.