NTT-WAHANANEWS.CO, Rabu, 12 Agustus 2026 — Perhelatan Piala Gubernur Soeratin Cup U17 di Kabupaten Sikka memasuki fase akhir dengan menyisakan catatan dinamika pertandingan yang sarat tensi dan gengsi antarkontingen kabupaten/kota se-Nusa Tenggara Timur.
Sebagai tuan rumah, panitia penyelenggara menyatakan terus melakukan evaluasi dan pembenahan di berbagai aspek demi memastikan turnamen berjalan baik hingga pertandingan final.
Baca Juga:
Cherry Newar: Soeratin Cup 2026 Jadi Panggung Harapan dan Promosi Wisata Sikka
Ketua Panitia Piala Gubernur Soeratin Cup U17 Sikka, Cherry Newar, mengatakan setiap pertandingan menjadi bahan evaluasi bagi panitia untuk memperbaiki penyelenggaraan.
“Kami terus berupaya melihat, melaksanakan, dan membenahi setiap aspek kekurangan yang ada. Pelan-pelan kami perbaiki demi nama Nian Tana Sikka,” ujar Cherry.
Menurut dia, koordinasi antara perangkat pertandingan, panitia, aparat keamanan, pemerintah daerah, sponsor, serta seluruh pihak yang terlibat menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga kelancaran turnamen.
Baca Juga:
Sikka Bergerak, NTT Bersatu: Panitia Soeratin U-17 dan Piala Pertiwi 2026 Masih Membuka Pintu bagi Para Sponsor
Cherry menyebut dukungan Pemerintah Daerah Kabupaten Sikka dan para sponsor telah menjadi bagian penting dari sistem pendukung penyelenggaraan kompetisi tersebut.
“Puji Tuhan, semua berjalan baik dari awal hingga menjelang akhir final perhelatan Soeratin U17 di Nian Tana ini,” katanya.
Jaga Komunikasi dengan Kontingen
Panitia juga berupaya mempertahankan komunikasi yang baik dengan kontingen dari berbagai kabupaten yang telah menyelesaikan pertandingan dan kembali ke daerah masing-masing.
Bagi Cherry, seluruh kontingen memiliki tujuan yang sama, yakni mendorong kemajuan sepak bola NTT sekaligus membuka ruang bagi generasi muda untuk berkembang melalui olahraga tersebut.
“Semua cinta sepak bola. Semua ingin sepak bola NTT maju dan berkembang. Kita sudah on the track. Mari dukung bersama anak-anak kita ini. Mereka berhak punya masa depan yang baik dari sepak bola,” ujarnya.
Ia mengakui dalam turnamen berskala besar seperti Soeratin Cup, masih terdapat sejumlah kekurangan yang dapat terlihat selama pelaksanaan pertandingan. Namun, panitia memilih menjadikan hal tersebut sebagai bahan evaluasi, bukan sebagai penghambat.
“Adapun beberapa kekurangan yang nampak dan terjadi, itu hal yang lumrah dalam perhelatan besar seperti Soeratin ini. Namun, kita tidak membiarkan itu menjadi hambatan yang mengurangi semangat mensukseskan turnamen. Sebaliknya, kami terus berbenah dan memperbaikinya,” kata Cherry.
Berharap Jadi Ruang Tumbuh Talenta Muda NTT
Menjelang pertandingan puncak, panitia berharap seluruh rangkaian Piala Gubernur Soeratin Cup U17 dapat dituntaskan dengan aman, lancar, dan meninggalkan kesan positif bagi seluruh peserta.
Lebih dari sekadar kompetisi, Cherry berharap turnamen tersebut menjadi ruang bagi para pemain muda NTT untuk menunjukkan kemampuan sekaligus membuka peluang bagi perkembangan karier mereka di dunia sepak bola.
“Kami terus berupaya dengan maksimal memberikan yang terbaik bagi masyarakat NTT, khususnya masyarakat Kabupaten Sikka dalam perhelatan Piala Soeratin U17 ini,” pungkasnya.
Bagi panitia, keberhasilan penyelenggaraan bukan hanya diukur dari kelancaran pertandingan hingga laga final, tetapi juga dari kemampuan turnamen tersebut meninggalkan warisan positif bagi pembinaan sepak bola usia muda di Nusa Tenggara Timur.