NTT -WAHANANEWS.CO- PSSI Nusa Tenggara Timur (NTT) mulai memetakan kekuatan sepak bola putri daerah melalui ajang Pertiwi Cup 2026 yang berlangsung di Maumere. Turnamen ini tidak hanya menjadi arena kompetisi, tetapi juga menjadi langkah awal penjaringan pemain potensial yang diproyeksikan memperkuat NTT pada Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028.
Sejak pertandingan perdana yang mempertemukan Persap Alor melawan Nirwana 04 Nagekeo, tim talent scouting PSSI NTT langsung bekerja memantau kemampuan para pemain. Tim pemantau dipimpin pelatih berlisensi A Nasional, Patrik Domal, yang menilai proses seleksi tidak akan berhenti di satu turnamen saja.
Baca Juga:
Gubernur Melki Laka Lena: Soeratin dan PERTIWI Cup Jadi Awal Lahirnya Generasi Emas Sepak Bola NTT Menuju PON 2028
Menurut Patrik, keterbatasan jumlah peserta bukan menjadi penghalang untuk menemukan bibit-bibit terbaik. PSSI NTT telah menyiapkan program pemantauan berkelanjutan dengan menghadiri berbagai kompetisi yang digelar di tingkat provinsi maupun kabupaten.
"Proses pencarian pemain akan terus dilakukan. Kami akan memantau setiap kompetisi agar bisa menemukan pemain-pemain terbaik dari seluruh wilayah NTT sebagai persiapan menghadapi agenda nasional, termasuk PON 2028," ujarnya.
Sementara itu, Wakil Sekretaris PSSI NTT sekaligus Direktur Teknis PSSI NTT, Piter Fomeny, menegaskan bahwa Pertiwi Cup merupakan bagian dari strategi pembinaan jangka panjang sepak bola putri di NTT.
Baca Juga:
Pelamar yang Mudah Diterima Kerja? Bos Muda Ini Beberkan Kriterianya
Ia menjelaskan, tim teknis dan talent scouting diterjunkan langsung untuk melakukan evaluasi terhadap seluruh pemain yang tampil selama kompetisi berlangsung. Dari hasil pengamatan awal, seluruh tim dinilai menunjukkan kesiapan yang cukup baik meski harus bertanding dalam cuaca panas di Maumere.
"Pemain masih beradaptasi pada pertandingan pertama. Kami yakin kualitas permainan akan meningkat pada laga-laga berikutnya karena setiap tim memiliki kesempatan bermain empat kali," kata Piter.
Pertiwi Cup 2026 diikuti empat tim, yakni Persap Alor, Nirwana 04 Nagekeo, Persami Maumere, dan Persada Sumba Barat Daya. Kompetisi menggunakan sistem setengah kompetisi sehingga tim dengan perolehan poin tertinggi akan dinobatkan sebagai juara tanpa melalui partai final.