Di tengah keterbatasan fiskal yang dihadapi daerah, Ketua Panitia Liga Pelajar Soeratin Cup U-17 dan Piala Ketua TP PKK NTT Pertiwi Cup 2026, Cherry Newar, membuktikan bahwa semangat dan harapan mampu melahirkan sebuah pesta olahraga yang bermakna.
Bagi Cherry, turnamen tingkat Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) yang berlangsung di Stadion Gelora Samador, Maumere, Sabtu (25/7/2026), bukan sekadar ajang perebutan gelar juara. Lebih dari itu, kompetisi yang diikuti 20 tim Soeratin U-17 dan empat tim Pertiwi Cup menjadi ruang untuk membangun mimpi generasi muda sekaligus memperkenalkan kekayaan wisata Kabupaten Sikka kepada ratusan atlet dan ofisial dari berbagai daerah.
Baca Juga:
Gubernur Melki Laka Lena: Soeratin dan PERTIWI Cup Jadi Awal Lahirnya Generasi Emas Sepak Bola NTT Menuju PON 2028
"Kehadiran peserta dari seluruh NTT merupakan momentum strategis untuk mempromosikan Sikka sebagai destinasi wisata sekaligus memperkuat citra daerah sebagai tuan rumah berbagai kegiatan olahraga," kata Cherry dalam sambutannya.
Menurutnya, durasi pertandingan memang hanya berlangsung beberapa hari, namun pengalaman yang dibawa pulang para peserta diharapkan menjadi kenangan yang akan terus menghidupkan nama Sikka di masa mendatang.
"Panjang pertandingan hanya beberapa hari, tetapi pengalaman peserta mengenal Sikka diharapkan akan dikenang jauh lebih lama," ujarnya.
Baca Juga:
Sikka Bergerak, NTT Bersatu: Panitia Soeratin U-17 dan Piala Pertiwi 2026 Masih Membuka Pintu bagi Para Sponsor
Cherry mengajak seluruh peserta tidak hanya berkompetisi di lapangan, tetapi juga menikmati kekayaan sejarah, religi, dan panorama alam yang dimiliki Nian Tana Sikka.
"Selain fokus pada pertandingan yang akan dilakukan, mari kita menikmati situs-situs sejarah yang menawarkan perpaduan antara wisata spiritual, nilai holistik, dan keindahan alam. Setiap kunjungan selalu ada makna," tuturnya.
Di hadapan ratusan atlet muda, Cherry menyampaikan pesan yang sarat makna tentang sepak bola sebagai jalan menuju masa depan yang lebih baik.
"Sepak bola adalah harapan. Lapangan hijau adalah medan harapan. Para pemain adalah pelakon harapan. Bola harapan adalah solusi dan resolusi bagi setiap pemain untuk keluar dari berbagai himpitan tantangan," ungkapnya.
Sebagai Sekretaris KONI Kabupaten Sikka, Cherry mengakui penyelenggaraan turnamen ini tidak lepas dari berbagai tantangan, terutama kondisi fiskal daerah yang belum stabil. Namun, keterbatasan tersebut tidak menyurutkan tekad panitia untuk menghadirkan kompetisi yang berkualitas bagi talenta-talenta muda NTT.
"Walaupun kondisi fiskal kita dalam keadaan tidak baik-baik saja, namun dengan harapan itulah jalan perjuangan panitia dilapangkan untuk menjadikan pesta olahraga ini dapat terlaksana, walau memang terdapat keterbatasan di sana-sini," katanya.
Ia berharap turnamen ini menjadi pijakan awal lahirnya pesepak bola masa depan yang mampu mengharumkan nama NTT di tingkat nasional.
"Hari ini, melalui pesta olahraga sepak bola Liga Pelajar Soeratin U-17 dan Piala Pertiwi Tahun 2026, mari kita wujudkan harapan adik-adik kita bahwa sepak bola bisa menjadi pegangan hidup dan kebanggaan," ujarnya.
Cherry juga menaruh harapan besar kepada 723 atlet yang ambil bagian dalam kompetisi tersebut. Menurutnya, turnamen ini menjadi wadah penting untuk menjaring pemain terbaik yang akan dipersiapkan memperkuat kontingen NTT menuju Pekan Olahraga Nasional (PON) XXII Tahun 2028.
"Panitia menaruh harapan kepada 723 atlet sepak bola yang kemudian akan dipilah dan dipilih menjadi tim sepak bola PON NTT untuk menjadi pemenang dan juara pada Pekan Olahraga Nasional XXII Tahun 2028," tutup Cherry.
Melalui penyelenggaraan Soeratin Cup U-17 dan Pertiwi Cup 2026, Cherry Newar ingin membuktikan bahwa olahraga bukan hanya melahirkan juara di lapangan hijau, tetapi juga menjadi jembatan promosi daerah, penggerak pariwisata, dan penyemai harapan bagi masa depan sepak bola Nusa Tenggara Timur.