Ngada-NTT.WahanaNews.co| Dari ruang sidang parlemen di Senayan, aspirasi itu akhirnya tiba di tangan petani.
Kabupaten Ngada kembali mendapat kucuran bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) melalui aspirasi Wakil Ketua Komisi IV DPR RI dari Fraksi PAN, Ahmad Yohan. Sebanyak 33 unit alsintan disalurkan kepada sejumlah kelompok tani yang tersebar di beberapa kecamatan di Kabupaten Ngada.
Baca Juga:
Kemenperin Dorong Standardisasi Drone Pertanian untuk Perkuat Daya Saing Industri Nasional
Penyerahan bantuan berlangsung di depan Kantor Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Ngada, Senin (10/8/2026).
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Bupati Ngada Bernadinus Dhey Ngebu, Sekretaris DPW PAN NTT, Ketua DPD PAN Ngada, serta anggota DPRD Ngada dari Fraksi PAN.
Bantuan yang bersumber dari APBN melalui Kementerian Pertanian RI Tahun Anggaran 2026 itu terdiri dari 2 unit traktor roda empat, 8 unit traktor roda dua, 3 unit rice transplanter, dan 20 unit hands sprayer.
Baca Juga:
PLN Percepat Proyek PSEL, Dorong Kolaborasi Pemda dan Investor di Tiga Wilayah
Jumlah tersebut menjadi angin segar bagi petani Ngada yang selama ini masih menghadapi berbagai tantangan dalam proses produksi, terutama keterbatasan sarana mekanisasi pertanian.
Bukan Sekadar Mesin, Ada Harapan di Baliknya
Bagi petani, sebuah traktor bukan sekadar mesin. Di balik alat tersebut ada pekerjaan yang bisa diselesaikan lebih cepat, tenaga yang dapat dihemat, serta biaya produksi yang diharapkan semakin ringan.
Begitu pula rice transplanter. Kehadiran mesin ini diharapkan dapat membantu mempercepat proses penanaman padi sekaligus mendorong modernisasi pertanian di tingkat petani.
Sementara hands sprayer menjadi perangkat penting untuk mendukung proses pemeliharaan tanaman di lahan pertanian.
Dengan dukungan tersebut, mekanisasi diharapkan tidak hanya mempercepat pekerjaan petani, tetapi juga mampu meningkatkan efisiensi dan produktivitas pertanian di Kabupaten Ngada.
Penyaluran alsintan ini kembali memperkuat jejak aspirasi Ahmad Yohan di Kabupaten Ngada.
Ungkapan “di mana ada Ahmad Yohan, di situ ada bantuan” pun kembali terdengar di tengah masyarakat seiring hadirnya program yang menyentuh langsung kebutuhan kelompok tani.
Sebagai Wakil Ketua Komisi IV DPR RI yang membidangi sektor pertanian, kehutanan, kelautan dan perikanan, dukungan terhadap sektor pertanian menjadi salah satu jalur yang dapat diperjuangkan melalui kebijakan dan program pemerintah pusat.
Namun, bantuan yang telah tiba di Ngada bukanlah akhir dari cerita.
Tantangan berikutnya justru berada di tangan penerima dan pemerintah daerah: bagaimana memastikan seluruh alsintan benar-benar digunakan, dirawat, dikelola secara transparan, dan memberikan manfaat nyata bagi petani.
Jangan sampai mesin pertanian hanya ramai ketika diserahkan, tetapi kemudian kehilangan fungsi ketika musim tanam tiba.
Karena ukuran keberhasilan bantuan bukan terletak pada berapa banyak unit yang dibagikan, melainkan seberapa besar dampaknya terhadap produktivitas, biaya produksi dan pendapatan petani.
Kabupaten Ngada memiliki potensi pertanian yang besar. Karena itu, dukungan terhadap mekanisasi menjadi salah satu bagian penting dalam mendorong transformasi pertanian tradisional menuju pertanian yang lebih modern dan efisien.
Kehadiran puluhan alsintan tersebut diharapkan menjadi pemantik bagi kelompok tani untuk meningkatkan pola produksi dan mengoptimalkan lahan yang dimiliki.
Pada akhirnya, traktor, rice transplanter dan hands sprayer hanyalah alat.
Yang jauh lebih penting adalah memastikan alat-alat tersebut bekerja di lahan, bukan berhenti di halaman kantor.
Sebab bagi petani Ngada, setiap mesin yang bergerak di sawah harus bermuara pada satu tujuan: produksi meningkat, biaya menurun, dan kesejahteraan petani ikut terangkat. [frs]