Yayasan Bambu Lingkungan Lestari (YBLL) menyalurkan bantuan kemanusiaan kepada masyarakat terdampak gempa bumi di Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT), Selasa (18/8/2026).
Bantuan tersebut disalurkan sebagai respons awal terhadap kondisi masyarakat yang terdampak gempa berkekuatan 7,7 SR yang mengguncang wilayah Flores dan menyebabkan kerusakan pada sejumlah infrastruktur, termasuk rumah warga, gedung, jalan, jembatan, jaringan air, serta listrik.
Baca Juga:
Update Gempa NTT, Korban Meninggal Bertambah Jadi 68 Orang dan 213 Luka-luka
Koordinator Kabupaten Sikka YBLL, Yuyun Darti Baetal, mengatakan bantuan difokuskan kepada masyarakat yang membutuhkan, termasuk warga terdampak di Pulau Palu’e, Kecamatan Palu’e.
Yayasan Bambu Lingkungan Lestari (YBLL) menyalurkan bantuan kemanusiaan kepada masyarakat terdampak gempa bumi di Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT), Selasa (18/8/2026).
Pulau Palu’e menjadi salah satu wilayah yang mengalami dampak cukup berat karena secara geografis berada relatif dekat dengan sumber gempa. Kondisi tersebut membuat aktivitas sosial masyarakat terganggu dan sebagian warga harus mengungsi.
Baca Juga:
Gempa Ngada Guncang 12 Kecamatan: 2.905 Rumah Terdampak, 1.333 Warga Mengungsi
Untuk kebutuhan tanggap darurat di Palu’e, YBLL menyalurkan 50 dus air minum dalam kemasan gelas, telur ayam, mi instan Sarimi, susu, serta sejumlah makanan ringan.
Bantuan juga diberikan kepada para pengungsi yang berada di halaman Kantor Bupati Sikka. Selain bahan makanan dan air minum, YBLL menyediakan terpal yang dapat digunakan sebagai tenda pengungsian.
Jenis bantuan serupa turut disalurkan kepada warga yang mengungsi di halaman Kantor DPC PDI Perjuangan Kabupaten Sikka.
YBLL menyebut bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang sedang menghadapi situasi darurat sekaligus menjadi bagian dari upaya bersama pemerintah dalam penanganan bencana.
"Ini merupakan bantuan awal sebagai respons tanggap darurat. Kami terus menggalakkan bantuan dan mulai membuka shelter di beberapa titik di wilayah terdampak di daratan Pulau Flores," kata Yuyun.
YBLL juga menyatakan komitmennya untuk terus bekerja sama dengan pemerintah pusat dan pemerintah daerah dalam membantu masyarakat terdampak, tidak hanya selama masa tanggap darurat, tetapi hingga proses pemulihan.
Pengungsi Tidur di Luar Rumah Bersama Bayi
Salah seorang warga Desa Reruwairere, Kecamatan Palu’e, Kabupaten Sikka, Novan Ngola, mengaku sangat terbantu dengan bantuan yang diberikan YBLL.
Novan mengatakan, sejak gempa terjadi pada 15 Agustus 2026, keluarganya belum banyak menerima bantuan. Kondisi tersebut membuat mereka harus bertahan dalam situasi sulit, termasuk tidur di luar rumah bersama bayi mereka.
"Kami sangat berterima kasih kepada Ibu Yuyun melalui yayasan ini. Sejak awal kejadian tanggal 15 Agustus 2026, hari ini 19 Agustus 2026 kami baru mendapatkan bantuan berupa mi instan, telur ayam dan air mineral," ujar Novan pada Rabu 19 Agustus 2026 usai menerima bantuan dari Yayasan Bambu Lingkungan Lestasi.
"Setiap malam kami harus tidur di luar rumah bersama bayi kami, saat ini kami butuh tikar, kebutuhan perempuan, Susu untuk anak anak Kami, lanjutnya.
Menurut Novan, bantuan kebutuhan dasar seperti makanan dan air minum sangat berarti bagi warga yang masih berada dalam kondisi ketakutan dan belum dapat kembali menjalankan aktivitas secara normal.
YBLL memastikan bantuan kemanusiaan akan terus diupayakan untuk menjangkau masyarakat terdampak di sejumlah titik di Flores.
Selain memenuhi kebutuhan dasar pengungsi, keberadaan shelter di sejumlah lokasi diharapkan dapat menjadi bagian dari dukungan terhadap masyarakat selama menghadapi masa tanggap darurat dan memasuki tahap pemulihan pascabencana.