NTT-WAHANANEWS.CO– Persewa Waingapu memperlihatkan mental bertanding yang kuat pada laga perdana mereka di Piala Gubernur NTT Soeratin Cup U-17 2026. Sempat tertinggal hingga penghujung babak pertama, tim berjuluk Laskar Sandlewood itu mampu bangkit pada paruh kedua untuk memaksa Biru Muda Perkasa (BMP) Flores Timur bermain imbang 1-1.
Hasil tersebut diraih dalam pertandingan hari kedelapan yang berlangsung di Stadion Gelora Samador, Maumere, Sabtu (1/8/2026). Satu poin yang diamankan menjadi modal berharga bagi Persewa untuk menatap laga-laga berikutnya di fase grup, terlebih pertandingan ini merupakan penampilan pertama mereka di turnamen.
Baca Juga:
Pemkab Tapteng Kembangkan Kapasitas Usaha Pelaku UMKM
Sejak kick-off, duel berlangsung dalam tempo tinggi. Kedua tim sama-sama mengandalkan permainan menyerang dengan intensitas pressing yang tinggi. Pergantian penguasaan bola terjadi cukup cepat sehingga pertandingan berlangsung terbuka.
BMP Flores Timur beberapa kali mencoba membangun serangan melalui sektor sayap, sementara Persewa mengandalkan transisi cepat untuk menembus lini pertahanan lawan. Meski demikian, penyelesaian akhir dari kedua tim belum mampu mengubah papan skor sepanjang sebagian besar babak pertama.
Ketika pertandingan tampak akan berakhir tanpa gol pada paruh pertama, BMP Flores Timur justru berhasil memanfaatkan momentum. Pada masa injury time babak pertama, tepatnya menit ke-45+2, Marianus Eduard Mondo Leton berhasil memecah kebuntuan.
Baca Juga:
Doakan Tapteng, Wabup Mahmud Efendi dan IPHI Gelar Sholat Tasbih
Gol tersebut membuat tim berjuluk The Blues menutup babak pertama dengan keunggulan 1-0 sekaligus memberikan tekanan kepada Persewa Waingapu yang harus mengejar ketertinggalan selepas jeda.
Memasuki babak kedua, wajah permainan Persewa berubah. Anak asuh Yosep Umbu Robaka tampil lebih percaya diri dengan meningkatkan intensitas serangan. Mereka lebih berani menguasai bola dan mulai menekan pertahanan BMP Flores Timur sejak menit-menit awal babak kedua.
Tekanan yang terus dibangun akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-66. Muhammad Yaya Prata berhasil memanfaatkan peluang di depan gawang untuk mencetak gol penyeimbang sekaligus mengubah skor menjadi 1-1.
Gol tersebut membakar semangat Persewa. Mereka beberapa kali mencoba membalikkan keadaan melalui serangan cepat, sementara BMP Flores Timur juga tidak tinggal diam dan berupaya kembali merebut keunggulan.
Laga pun berlangsung semakin menarik pada 20 menit terakhir. Kedua tim saling menciptakan peluang, tetapi disiplin lini belakang dan penampilan para penjaga gawang membuat tidak ada gol tambahan yang tercipta hingga peluit panjang dibunyikan.
Skor imbang 1-1 akhirnya menjadi hasil akhir pertandingan.
Pelatih Kepala Persewa Waingapu, Yosep Umbu Robaka, mengakui timnya belum menampilkan performa terbaik. Menurut dia, para pemain masih membutuhkan waktu untuk beradaptasi dengan atmosfer pertandingan dan kondisi lapangan karena ini merupakan laga pertama mereka di kompetisi.
"Hari ini kami masih dalam masa penyesuaian dan cukup kesulitan di pertandingan pertama. Kami akan mengevaluasi dan memperbaiki kinerja di setiap lini. Meski begitu, kami tetap bersyukur bisa meraih hasil imbang ini," ujar Yosep seusai pertandingan.
Pelatih asal Sumba Timur itu mengatakan hasil ini akan menjadi bahan evaluasi bagi timnya sebelum menjalani pertandingan berikutnya. Ia memastikan Persewa akan melakukan pembenahan agar mampu tampil lebih kompetitif.
"Untuk pertandingan berikutnya melawan Persebata Lembata, kami siap memberikan yang terbaik dan bertanding sekuat tenaga," katanya.
Senada dengan sang pelatih, Kapten Persewa Waingapu, Guntur Maulana Amaia, menilai hasil imbang pada laga pembuka menjadi awal yang cukup positif bagi timnya.
Menurut Guntur, keberhasilan bangkit setelah tertinggal menunjukkan semangat juang para pemain yang tidak menyerah hingga pertandingan berakhir.
"Saya cukup senang dengan hasil yang kami raih hari ini. Kami optimistis pada pertandingan berikutnya bisa tampil lebih baik dan meraih kemenangan," ucap Guntur.
Tambahan satu poin membuat Persewa Waingapu tetap menjaga peluang untuk bersaing di fase grup Piala Gubernur NTT Soeratin Cup U-17 2026. Lebih dari sekadar hasil, keberhasilan bangkit dari ketertinggalan menjadi modal psikologis yang penting bagi Laskar Sandlewood sebelum menghadapi Persebata Lembata pada pertandingan berikutnya.
Bagi Persewa, laga pembuka ini bukan hanya menghasilkan satu poin, tetapi juga memberikan gambaran mengenai aspek-aspek yang masih perlu dibenahi. Jika mampu mempertahankan semangat juang sekaligus meningkatkan efektivitas penyelesaian akhir, tim asal Waingapu itu berpeluang tampil lebih kompetitif dalam persaingan memperebutkan tiket ke fase selanjutnya.