NTT-WAHANANEWS.CO- NITUNG LEA, Nusa Tenggara Timur — Di tengah kondisi wilayah yang masih terisolasi, sedikitnya 10 warga di Kampung Watupuli dan Natakanda, Desa Nitung Lea, membutuhkan pertolongan medis segera. Mereka dilaporkan mengalami luka parah dan belum mendapatkan penanganan tim medis sejak 15 Agustus.
Kondisi ini semakin memprihatinkan karena lokasi mereka berada sekitar 3 kilometer dari pusat Desa Nitung Lea. Akses menuju lokasi hanya dapat ditempuh dengan berjalan kaki melalui jalan setapak karena belum tersedia akses jalan raya. Situasi tersebut membuat proses evakuasi dan distribusi bantuan menjadi sangat sulit.
Baca Juga:
Bupati Tapteng Letakkan Batu Pertama Pembangunan Huntap Bantuan Caritas Indonesia
Menurut informasi yang diterima, hingga saat ini belum ada penanganan medis dari pihak terkait, termasuk BPBD maupun pihak Kecamatan Palu'e.
Kesepuluh warga yang membutuhkan pertolongan tersebut adalah:
1. Fulgensia Sopu (48 tahun)
2. Edita Lanu (40 tahun)
3. Maria Nona (70 tahun)
4. Wilhemus Ware (75 tahun)
5. Petrus Sigo (70 tahun)
7. Mboy Rugu Lanu (24 tahun)
7. Sisilia Lanu (65 tahun)
8. Maria Sury Sugo (25 tahun)
9. Zein Nggati (10 tahun)
10. Almarhumah Juliana Paji (100 tahun), yang dilaporkan telah meninggal dunia (MD).
Baca Juga:
AMS Labuhanbatu Salurkan Bantuan Semen untuk Korban Kebakaran di Talak Simin
Selain membutuhkan pemeriksaan dan pengobatan, warga di lokasi juga sangat membutuhkan obat-obatan, air minum, serta tenda untuk tempat berlindung.
Untuk kebutuhan makanan, warga disebut masih berupaya bertahan dengan persediaan makanan lokal yang tersisa, meski kondisinya terbatas.
Jarak hanya 3 kilometer, tetapi akses yang sulit membuat bantuan terasa begitu jauh. Kondisi ini menjadi panggilan kemanusiaan bagi pemerintah daerah, tenaga medis, BPBD, relawan, organisasi kemanusiaan, dan seluruh pihak yang memiliki kemampuan untuk segera turun tangan.