NTT-WAHANANEWS.CO— Menjadi tuan rumah bukan hanya tentang menyediakan lapangan dan memastikan pertandingan berjalan lancar. Bagi Panitia Soeratin Cup U17 2026 Kabupaten Sikka, menjadi tuan rumah berarti memastikan setiap kontingen yang datang merasa diterima, dihargai, dan diperlakukan layaknya keluarga.
Semangat itu ditunjukkan secara nyata pada Minggu (9/8/2026).
Baca Juga:
Hattrick Adrianus Sonbay Bikin PS Malaka Mengamuk! Tumbangkan Persap Alor 3-2, Misi Juara Piala Soeratin U-17 NTT Makin Nyata
Koordinator Soeratin U17 2026, Theodorus Mario Messi, bersama tim panitia menyambangi kediaman PS Malaka, salah satu tim yang sukses menembus babak delapan besar Soeratin Cup U17 2026 di Kabupaten Sikka.
Kunjungan tersebut menjadi pesan kuat bahwa perhatian panitia tidak berhenti ketika peluit pertandingan dibunyikan.
Di luar lapangan, panitia ingin memastikan seluruh kontingen mendapatkan dukungan dan pelayanan terbaik selama berada di Nian Tana Sikka.
Baca Juga:
PS Malaka Putus Kutukan atas PSN Ngada, Laskar Manu Meo Kirim Sinyal Bahaya di Soeratin Cup U-17
Bagi Mario, setiap tim yang datang ke Sikka bukan sekadar peserta turnamen.
Mereka adalah tamu yang membawa nama daerah masing-masing dan harus mendapatkan penghormatan sebagai bagian dari keluarga besar sepak bola Nusa Tenggara Timur.
“Ini bentuk dukungan nyata dari panitia bersama pihak sponsor untuk mendukung dan melayani setiap tim yang hadir di Nian Tana Sikka agar merasa nyaman,” ujar Mario.
Menurut dia, sebuah turnamen tidak hanya dinilai dari suksesnya pertandingan di atas lapangan. Cara tuan rumah menyambut dan memperlakukan para tamu juga menjadi bagian penting dari keberhasilan sebuah perhelatan.
Karena itu, panitia terus berupaya menghadirkan suasana yang membuat setiap kontingen merasa nyaman selama berada di Maumere.
“Kami terus berupaya agar semua tim nyaman dan memiliki kesan baik untuk turnamen ini. Kami di Maumere sebagai tuan rumah wajib memberikan yang terbaik bagi setiap tim kabupaten dan kota yang hadir,” tegasnya.
Ketika Sepak Bola Menjadi Jembatan Persaudaraan
Soeratin Cup U17 2026 tidak hanya menghadirkan persaingan untuk menjadi yang terbaik di lapangan.
Turnamen ini juga mempertemukan anak-anak muda dari berbagai daerah, mempertemukan keluarga sepak bola, sekaligus membuka ruang bagi tumbuhnya persaudaraan antarkabupaten di NTT.
Karena itu, bagi panitia, keberadaan PS Malaka dan seluruh kontingen lainnya memiliki arti lebih dari sekadar pertandingan.
Mereka adalah bagian dari cerita besar turnamen yang sedang dibangun bersama di Kabupaten Sikka.
Kunjungan ke PS Malaka menjadi salah satu bentuk kecil dari komitmen tersebut.
Panitia ingin menunjukkan bahwa setelah para pemain berjuang keras di lapangan, mereka tetap memiliki keluarga yang menyambut dan mendukung mereka di luar lapangan.
Sponsor dan Semua Pihak Dapat Apresiasi
Di balik upaya memberikan pelayanan terbaik kepada seluruh kontingen, terdapat dukungan berbagai pihak yang ikut membantu menyukseskan pelaksanaan turnamen.
Panitia menyampaikan apresiasi kepada para sponsor serta semua pihak yang telah memberikan dukungan, baik dalam bentuk materi maupun bantuan barang dan kebutuhan lainnya.
Dukungan tersebut dinilai sangat berarti dalam memastikan seluruh rangkaian turnamen dapat berjalan dengan baik.
“Kami panitia mengucapkan terima kasih atas dukungan sponsor dan setiap tim yang juga dengan caranya masing-masing mendukung turnamen ini serta memberikan sumbangsih bagi daerah,” kata Mario.
Bagi panitia, dukungan tersebut bukan hanya membantu terselenggaranya sebuah kompetisi sepak bola.
Lebih jauh, dukungan itu ikut memperkuat citra Sikka sebagai daerah yang terbuka dan mampu menyambut para tamu dengan penuh penghargaan.
Maumere dan Pesan dari Sang Tuan Rumah
Ada satu pesan yang ingin ditinggalkan Panitia Soeratin U17 Sikka 2026 kepada seluruh kontingen: datang sebagai tamu, bertanding sebagai lawan, tetapi pulang sebagai saudara.
Semangat itulah yang ingin terus dijaga hingga turnamen berakhir.
Maumere tidak hanya ingin dikenang karena pertandingan dan hasil di papan skor.
Maumere ingin dikenang karena keramahan masyarakatnya, perhatian panitianya, serta cara tuan rumah menghargai setiap tim yang datang membawa nama daerah masing-masing.
Sebab pada akhirnya, sebuah turnamen mungkin akan selesai ketika pertandingan terakhir berakhir.
Namun, kesan tentang bagaimana sebuah daerah memperlakukan tamunya akan jauh lebih lama tinggal dalam ingatan.
Dan melalui Soeratin Cup U17 2026, Sikka ingin menunjukkan bahwa menjadi tuan rumah berarti memberikan yang terbaik—bukan hanya untuk pertandingan, tetapi juga untuk setiap tamu yang datang ke Nian Tana Sikka.