NTT-WAHANANEWS.CO - PS Malaka U-17 kembali menunjukkan kelasnya di ajang Piala Soeratin U-17 Nusa Tenggara Timur (NTT) 2026. Tim berjuluk Laskar Malaka itu meraih kemenangan dramatis 3-2 atas Persap Alor U-17 dalam laga Grup D yang berlangsung di Stadion Gelora Samador, Maumere, Sabtu (1/8/2026).
Sosok yang paling bersinar pada pertandingan tersebut adalah penyerang bernomor punggung 9, Adrianus Dionigi Sonbay. Bomber muda asal Kabupaten Malaka itu tampil luar biasa dengan memborong tiga gol sekaligus alias hattrick, sekaligus memastikan PS Malaka mengamankan tiga poin penting.
Baca Juga:
Hattrick Nimrod Imanuel Moifan! Persap Alor Pesta Gol 4-1 atas Flores United, Bangkit Jaga Asa Lolos Soeratin Cup U-17 2026
Kemenangan ini memperpanjang tren positif PS Malaka setelah sebelumnya sukses menundukkan PSN Ngada dengan skor tipis 1-0. Hasil tersebut membuat peluang mereka melaju ke babak berikutnya semakin terbuka lebar.
Adrianus membuka keunggulan PS Malaka pada menit ke-23 sebelum menggandakan keunggulan hanya tiga menit berselang. Persap Alor sempat memperkecil kedudukan lewat gol Andi Ishak Dua pada menit ke-29.
Namun, Adrianus kembali menjadi mimpi buruk bagi lini belakang Persap Alor setelah mencetak gol ketiganya pada menit ke-35. Skor 3-1 bertahan hingga turun minum.
Baca Juga:
Drama Hingga Injury Time! Nirwana 04 Nagekeo Selamat dari Kekalahan, Tahan Persap Alor 1-1 pada Laga Pembuka Piala Pertiwi NTT 2026
Memasuki babak kedua, Persap Alor berusaha bangkit dan terus menekan pertahanan PS Malaka. Drama terjadi pada masa injury time ketika Nimrot Mofian sukses mengeksekusi penalti pada menit ke-90+3 sehingga skor berubah menjadi 3-2.
Meski mendapat tekanan hingga detik terakhir, PS Malaka tetap mampu mempertahankan keunggulan sampai wasit meniup peluit panjang.
Laga berlangsung sengit dengan tempo tinggi. Wasit bahkan mengeluarkan satu kartu kuning kepada pemain PS Malaka bernomor punggung 5 pada menit ke-57 akibat pelanggaran keras.
Ade Sjan Maikameng: Masih Banyak yang Harus Dievaluasi
Pelatih PS Malaka, Ade Sjan Maikameng, memberikan apresiasi atas penampilan anak asuhnya yang mampu menjalankan strategi sesuai rencana.
"Anak-anak bermain sangat baik. Strategi yang kami latih bisa dijalankan dengan baik. Memang masih ada beberapa kesalahan individu yang menjadi bahan evaluasi untuk pertandingan berikutnya," ujar Ade usai pertandingan.
Meski meraih kemenangan, Ade menegaskan timnya belum tampil sempurna. Ia menyoroti transisi permainan yang masih perlu diperbaiki, terutama saat berubah dari menyerang ke bertahan.
"Yang perlu kami evaluasi adalah transisi. Selain itu cuaca hari ini sangat panas sehingga pemain juga membutuhkan adaptasi. Tetapi proses pemulihan mereka sangat baik," katanya.
Menurutnya, setiap lawan memiliki karakter berbeda sehingga strategi yang diterapkan selalu disesuaikan.
"Melawan PSN Ngada dan Persap Alor tentu berbeda. Kami melakukan penyesuaian strategi dan syukur semuanya berjalan sesuai rencana. Namun evaluasi tetap ada untuk laga berikutnya."
Tak Mau Remehkan Flores United
PS Malaka selanjutnya akan menghadapi Flores United. Meski datang dengan modal dua kemenangan beruntun, Ade menolak menganggap enteng calon lawannya.
"Tidak ada lawan yang mudah dan tidak ada lawan yang terlalu sulit. Kami akan mempelajari semua calon lawan. Bagi kami, setiap pertandingan adalah final," tegasnya.
Pelatih yang membawa ambisi besar bagi sepak bola Malaka itu juga menegaskan target timnya sejak awal tidak berubah, yakni mengangkat trofi Piala Soeratin U-17 NTT 2026.
"Persiapan kami tidak pernah main-main. Dukungan dari pemerintah daerah, Askab PSSI, Dispora dan masyarakat Malaka sangat besar. Target kami tetap juara."
Kapten PS Malaka: Kami Berjuang untuk Malaka
Kapten PS Malaka, Junior Marcelo Tae, menyebut kemenangan atas Persap Alor merupakan hasil kerja keras seluruh pemain yang tampil penuh semangat sejak menit pertama.
"Kami semua berjuang untuk Kabupaten Malaka dan ingin menjuarai turnamen ini. Komunikasi di lapangan berjalan baik dan kami tetap kompak," ujarnya.
Junior mengakui timnya masih memiliki sejumlah kekurangan yang harus segera dibenahi sebelum menghadapi pertandingan berikutnya.
"Yang masih kurang akan kami evaluasi supaya pada pertandingan selanjutnya kami tampil lebih kuat."
Ia juga mengakui cuaca panas di Maumere menjadi tantangan tersendiri bagi para pemain.
"Pertandingan hari ini cukup berat karena cuaca sangat panas. Tetapi kami tetap optimistis bisa tampil lebih baik pada laga berikutnya."
Adrianus Sonbay Makin Tajam
Penampilan Adrianus Dionigi Sonbay menjadi sorotan utama dalam laga ini. Penyerang berusia 17 tahun yang menempuh pendidikan di SMA Negeri Bolan, Kabupaten Malaka, sukses mencetak hattrick sekaligus menegaskan statusnya sebagai salah satu striker paling tajam di turnamen.
Tambahan tiga gol ke gawang Persap Alor membuat Adrianus kini telah mengoleksi empat gol dari dua pertandingan dan menjadi salah satu kandidat kuat peraih gelar top skor Piala Soeratin U-17 NTT 2026.